Home
» Pendidikan
» Pameran Seni Rupa Bandung–Jakarta (Baja) “Bangkit”: Baja Merefleksikan Harapan Ketahanan Komunitas Seni dalam Menghadapi Perubahan Zaman
Thursday, May 28, 2026
![]() |
| Para Perupa Aspen Baja di Pameran Seni Rupa "Bangkit" di Galeri Amuya,Gunung Sahari,Kemayoran, Jakarta Pusat (Foto: Istimewa) |
Pameran yang digelar ASPEN (Asosiasi Pelukis Nusantara) dalam rangka memperingati “Hari Kebangkitan Nasional” dan “Anniversary Aspen Bandung–Jakarta (Baja)” ini, berlangsung dari 24 Mei – 4 Juni 2026 (dibuka mulai Pk. 10.00 - 20.00 WIB) di Amuya Gallery, Jl. Angkasa 1 Blok B-16, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran - Jakarta Pusat.
Melalui pameran ini, para perupa tidak hanya menghadirkan karya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai medium dialog. Setiap lukisan menjadi “struktur baja” yang menyusun jembatan imajiner - menghubungkan gagasan, pengalaman, serta latar sosial-budaya yang beragam. Di dalamnya terdapat tegangan, pertemuan, bahkan perbedaan, yang justru memperkuat konstruksi kebudayaan itu sendiri.
“Baja juga merefleksikan harapan akan ketahanan komunitas seni dalam menghadapi perubahan zaman. Di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan pergeseran nilai, para perupa dituntut untuk tetap kokoh dalam identitas, namun lentur dalam pendekatan. Seperti baja yang ditempa melalui panas dan tekanan, karya-karya dalam pameran ini lahir dari proses panjang – refleksi, kritik, dan pencarian makna,” demikian kata Kembang Sepatu, Ketua Umum Aspen.
Sementara itu, Kurator Pameran, A Dimas Aji Saka mengatakan, melalui “Bangkit”, komunitas Baja menghadirkan pameran sebagai ruang bersama untuk membaca ulang posisi manusia Indonesia hari ini – antara sejarah yang terus hidup, identitas yang terus bergerak, dan masa depan yang belum selesai ditentukan.
“Seni rupa dalam pameran ini menjadi medium untuk merawat kesadaran bahwa kebangkitan sejati tidak selalu hadir dalam sorak kemenangan, tetapi sering kali tumbuh dari keberanian untuk mengingat, mempertanyakan, dan terus menciptakan harapan.”
Adapun para perupa yang terlibat dalam pameran yang dikuratori oleh A Dimas Aji Saka tersebut adalah: Chryshnanda DL (Komjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwi Laksana, M.Si. (Karya: Kontemplasi, Akrilik pada Kanvas: 135 x 145 cm tahun 2026), Gerbang Peradaban, Akrilik pada Kanvas: 135 x 145 cm - 2026, Dinamika, Akrilik pada Kanvas: 135 x 145 cm - 2026).
Dede Priana, S.Sn., M.Si., (Mencari Jati Diri, Acrylic on Canvas: 130 x 260 cm, Naga Terbang, Acrylic on Canvas: 130 x 260 cm).
Drs. Heri Heriana, M.M., (Harmoni (Seorang Kartini), Cat Minyak di atas Kanvas: 100 x 120 cm - 2024), Korupsi (Kegelapan) Segera Berakhir (Sebuah Harapan), Cat Minyak di atas Kanvas: 140 x 140 cm – 2026), Beragam Itu Indah, Cat Minyak di atas Kanvas: 100 x 120 cm – 2022).
Kembang Sepatu (Lentera Zaman, Acrylic on Canvas: 100 x 100 cm – 2025), Kyai Goro Bangsa, Acrylic on Canvas: 100 x 100 cm – 2025), Lompatan Penalaran, Acrylic on Canvas: 100 x 100 cm – 2025).
Mas Wit (Kartini Senyum Sendu, Akrilik pada Kanvas: 100 x 100 cm – 2005, Kedamaian Nyata, Akrilik pada Kanvas: 100 x 100 cm – 2005, Masihkah Ada Cinta Sejati, Akrilik pada Kanvas: 100 x 100 cm – 2005).
Pustanto (Negeri Terbit dari Kegelapan, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 100 cm – 2026, Negeri Kepulauan Emas #2, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 200 cm – (2 panel kanvas) – 2025).
Prof. Drs. H. Sarnadi Adam, M.Sn., (Dua Penari Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 90 x 110 cm – 2000, 4 Penari Cokek di Depan Rumah Tradisional Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 90 x 110 cm – 2000, 4 Penari Betawi di Depan Pintu Rumah Tradisional Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 90 x 110 cm – 2000).
Dr. Supriatna, M.Sn., (Menanti Terang #1, Akrilik di atas Kanvas: 120 x 120 cm - 2026, Menanti Terang #2, Akrilik di atas Kanvas: 120 x 120 cm – 2026, Srikandi Menahan Amarah, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 80 cm - 2023).
Syakieb Sungkar (Bhismaparwa, Cat Minyak pada Kanvas: 120 x 145 cm – 2026, Putri Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 100 x 80 cm - 2026, Penari Legong, Cat Minyak pada Kanvas: 130 x 100 cm – 2025).
Dr. Warli Haryana, S.Pd., M.Sn., (Semar Ngejawantah, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 90 cm – 2026, Dur Angkara: The Poisoned Tongue, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 90 cm – 2026).
Dede Priana, Heri Heriana, Kembang Sepatu, Mas Wit, Pustanto, Sarnadi Adam, Supriatna, Syakieb Sungkar, Warli Haryana.
Khusus lukisan “Menanti Terang” karya Dr. Supriatna (Perupa dan Akademisi ISBI Bandung), Kurator A Dimas Aji Saka mengatakan, karya Supriatna yang berjudul Menanti Terang ini ada 2 seri. Sangat menarik bagaimana suatu momen untuk satu tema kebangkitan, entah tentang pendidikan, perjuangan, dan beragam hal lainnya, disimpulkan melalui sosok wanita yang terinspirasi dari sosok Kartini.
![]() |
| Dr. Supriatna dalam Artist Talk, menerangkan konsep karya (Foto: Istimewa) |
Melalui era Kartini yang memelopori gerakan kemajuan pendidikan terutama di kalangan wanita, tapi juga telah menginspirasi banyak orang termasuk juga para laki-laki, dan dalam lukisan Supriatna sosok Kartini tengah menghadap sebuah jendela atau sebuah akses dunia luar yang mulai temaram dan memancarkan cahaya.
“Adegan ini mengisyaratkan saat ini masih terus berlangsung, dan terus tetap diperjuangkan. Tidak hanya oleh seorang Kartini, tapi banyak Kartini-Kartini baru yang mengikuti jejak beliau dalam memperjuangkan pendidikan, kemerdekaan maupun hal-hal yang terkait dengan keluarga, bangsa, dan negara yang sekarang,” demikian kata Dimas.
![]() |
| Galeri Amuya dengan latar belakang lukisan "Menanti Terang (#1)", karya Supriatna (Foto: Istimewa) |
Pameran Bangkit di Galeri Amuya, merupakan pameran safari ASPEN (Asosiasi Pelukis Nusantara) Pusat - Jakarta, yang sebelumnya digelar di Galeri Panyawangan Kota Baru Parahyangan (KBB) tanggal 16 - 30 April 2026. Dan rencananya bulan Agustus tanggal 19 – 24 2026 akan digelar juga di Gallery Albirruni UITM Malaysia dengan karya baru, disesuaikan tema dan ukuran batas besaran pengiriman. (Rls/Asep GP)***
Pameran Seni Rupa Bandung–Jakarta (Baja) “Bangkit”: Baja Merefleksikan Harapan Ketahanan Komunitas Seni dalam Menghadapi Perubahan Zaman
Posted by
Tatarjabar.com on Thursday, May 28, 2026
![]() |
| Para Perupa Aspen Baja di Pameran Seni Rupa "Bangkit" di Galeri Amuya,Gunung Sahari,Kemayoran, Jakarta Pusat (Foto: Istimewa) |
Pameran yang digelar ASPEN (Asosiasi Pelukis Nusantara) dalam rangka memperingati “Hari Kebangkitan Nasional” dan “Anniversary Aspen Bandung–Jakarta (Baja)” ini, berlangsung dari 24 Mei – 4 Juni 2026 (dibuka mulai Pk. 10.00 - 20.00 WIB) di Amuya Gallery, Jl. Angkasa 1 Blok B-16, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran - Jakarta Pusat.
Melalui pameran ini, para perupa tidak hanya menghadirkan karya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai medium dialog. Setiap lukisan menjadi “struktur baja” yang menyusun jembatan imajiner - menghubungkan gagasan, pengalaman, serta latar sosial-budaya yang beragam. Di dalamnya terdapat tegangan, pertemuan, bahkan perbedaan, yang justru memperkuat konstruksi kebudayaan itu sendiri.
“Baja juga merefleksikan harapan akan ketahanan komunitas seni dalam menghadapi perubahan zaman. Di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan pergeseran nilai, para perupa dituntut untuk tetap kokoh dalam identitas, namun lentur dalam pendekatan. Seperti baja yang ditempa melalui panas dan tekanan, karya-karya dalam pameran ini lahir dari proses panjang – refleksi, kritik, dan pencarian makna,” demikian kata Kembang Sepatu, Ketua Umum Aspen.
Sementara itu, Kurator Pameran, A Dimas Aji Saka mengatakan, melalui “Bangkit”, komunitas Baja menghadirkan pameran sebagai ruang bersama untuk membaca ulang posisi manusia Indonesia hari ini – antara sejarah yang terus hidup, identitas yang terus bergerak, dan masa depan yang belum selesai ditentukan.
“Seni rupa dalam pameran ini menjadi medium untuk merawat kesadaran bahwa kebangkitan sejati tidak selalu hadir dalam sorak kemenangan, tetapi sering kali tumbuh dari keberanian untuk mengingat, mempertanyakan, dan terus menciptakan harapan.”
Adapun para perupa yang terlibat dalam pameran yang dikuratori oleh A Dimas Aji Saka tersebut adalah: Chryshnanda DL (Komjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwi Laksana, M.Si. (Karya: Kontemplasi, Akrilik pada Kanvas: 135 x 145 cm tahun 2026), Gerbang Peradaban, Akrilik pada Kanvas: 135 x 145 cm - 2026, Dinamika, Akrilik pada Kanvas: 135 x 145 cm - 2026).
Dede Priana, S.Sn., M.Si., (Mencari Jati Diri, Acrylic on Canvas: 130 x 260 cm, Naga Terbang, Acrylic on Canvas: 130 x 260 cm).
Drs. Heri Heriana, M.M., (Harmoni (Seorang Kartini), Cat Minyak di atas Kanvas: 100 x 120 cm - 2024), Korupsi (Kegelapan) Segera Berakhir (Sebuah Harapan), Cat Minyak di atas Kanvas: 140 x 140 cm – 2026), Beragam Itu Indah, Cat Minyak di atas Kanvas: 100 x 120 cm – 2022).
Kembang Sepatu (Lentera Zaman, Acrylic on Canvas: 100 x 100 cm – 2025), Kyai Goro Bangsa, Acrylic on Canvas: 100 x 100 cm – 2025), Lompatan Penalaran, Acrylic on Canvas: 100 x 100 cm – 2025).
Mas Wit (Kartini Senyum Sendu, Akrilik pada Kanvas: 100 x 100 cm – 2005, Kedamaian Nyata, Akrilik pada Kanvas: 100 x 100 cm – 2005, Masihkah Ada Cinta Sejati, Akrilik pada Kanvas: 100 x 100 cm – 2005).
Pustanto (Negeri Terbit dari Kegelapan, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 100 cm – 2026, Negeri Kepulauan Emas #2, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 200 cm – (2 panel kanvas) – 2025).
Prof. Drs. H. Sarnadi Adam, M.Sn., (Dua Penari Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 90 x 110 cm – 2000, 4 Penari Cokek di Depan Rumah Tradisional Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 90 x 110 cm – 2000, 4 Penari Betawi di Depan Pintu Rumah Tradisional Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 90 x 110 cm – 2000).
Dr. Supriatna, M.Sn., (Menanti Terang #1, Akrilik di atas Kanvas: 120 x 120 cm - 2026, Menanti Terang #2, Akrilik di atas Kanvas: 120 x 120 cm – 2026, Srikandi Menahan Amarah, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 80 cm - 2023).
Syakieb Sungkar (Bhismaparwa, Cat Minyak pada Kanvas: 120 x 145 cm – 2026, Putri Betawi, Cat Minyak pada Kanvas: 100 x 80 cm - 2026, Penari Legong, Cat Minyak pada Kanvas: 130 x 100 cm – 2025).
Dr. Warli Haryana, S.Pd., M.Sn., (Semar Ngejawantah, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 90 cm – 2026, Dur Angkara: The Poisoned Tongue, Akrilik di atas Kanvas: 100 x 90 cm – 2026).
Dede Priana, Heri Heriana, Kembang Sepatu, Mas Wit, Pustanto, Sarnadi Adam, Supriatna, Syakieb Sungkar, Warli Haryana.
Khusus lukisan “Menanti Terang” karya Dr. Supriatna (Perupa dan Akademisi ISBI Bandung), Kurator A Dimas Aji Saka mengatakan, karya Supriatna yang berjudul Menanti Terang ini ada 2 seri. Sangat menarik bagaimana suatu momen untuk satu tema kebangkitan, entah tentang pendidikan, perjuangan, dan beragam hal lainnya, disimpulkan melalui sosok wanita yang terinspirasi dari sosok Kartini.
![]() |
| Dr. Supriatna dalam Artist Talk, menerangkan konsep karya (Foto: Istimewa) |
Melalui era Kartini yang memelopori gerakan kemajuan pendidikan terutama di kalangan wanita, tapi juga telah menginspirasi banyak orang termasuk juga para laki-laki, dan dalam lukisan Supriatna sosok Kartini tengah menghadap sebuah jendela atau sebuah akses dunia luar yang mulai temaram dan memancarkan cahaya.
“Adegan ini mengisyaratkan saat ini masih terus berlangsung, dan terus tetap diperjuangkan. Tidak hanya oleh seorang Kartini, tapi banyak Kartini-Kartini baru yang mengikuti jejak beliau dalam memperjuangkan pendidikan, kemerdekaan maupun hal-hal yang terkait dengan keluarga, bangsa, dan negara yang sekarang,” demikian kata Dimas.
![]() |
| Galeri Amuya dengan latar belakang lukisan "Menanti Terang (#1)", karya Supriatna (Foto: Istimewa) |
Pameran Bangkit di Galeri Amuya, merupakan pameran safari ASPEN (Asosiasi Pelukis Nusantara) Pusat - Jakarta, yang sebelumnya digelar di Galeri Panyawangan Kota Baru Parahyangan (KBB) tanggal 16 - 30 April 2026. Dan rencananya bulan Agustus tanggal 19 – 24 2026 akan digelar juga di Gallery Albirruni UITM Malaysia dengan karya baru, disesuaikan tema dan ukuran batas besaran pengiriman. (Rls/Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)












No comments :
Post a Comment