Monday, April 13, 2026
Bandung, Komunitas 22 Ibu adalah Komunitas seni yang beranggotakan perempuan dari lintas institusi, juga seniman dan desainer, sekarang komunitas ini mengadakan pameran di Hotel de Paviljoen dengan mengusung tajuk “Saniskara Hawa”. Pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 11 April - 10 Juni 2026.
Pameran yang dikuratori Rahmat Jabaril ini menghadirkan 53 perempuan perupa dari komunitas 22 Ibu. Pameran secara resmi dibuka oleh Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung. Pameran ini menampilkan beragam karya seni lukis dua dimensi dengan eksplorasi teknik seperti garis, warna, bentuk, dan tempelan, yang merepresentasikan kedalaman gagasan artistik para seniman.
“Saniskara Hawa” merupakan perpaduan makna lintas bahasa dan budaya. Kata “Saniskara” dalam bahasa Sunda berarti “segala macam”, sekaligus memiliki keterkaitan makna dalam tradisi Sanskerta. Sementara “Hawa” dimaknai sebagai perempuan, ibu, sumber kehidupan, sekaligus suasana atau udara yang menghidupkan. Gabungan keduanya merepresentasikan perempuan sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.
Kurator Rahmat Jabaril mengatakan, Bagi seorang seniman perempuan, berkarya adalah sebuah bentuk Saniskara—sebuah proses penyucian dan pengolahan kembali ingatan, emosi, dan peran yang mereka jalani sehari-hari. Di tengah hiruk-pikuk tuntutan sosial dan domestik, seni menjadi kawah candradimuka untuk membasuh segala kegelisahan menjadi sebuah keindahan yang bermakna. Melalui tangan-tangan para perempuan ini, kita diajak untuk melihat bagaimana "hawa" atau suasana batin diolah secara beragam. Hawa sebagai Napas Kehidupan: Karya-karya yang menonjolkan keibuan, kesuburan, dan hubungan harmonis dengan alam. Hawa sebagai Keinginan: Eksplorasi tentang mimpi, ambisi, dan keberanian perempuan dalam mendobrak batas-batas tradisi. Hawa sebagai Ruang Teduh: Estetika yang menawarkan ketenangan, refleksi diri, dan pemulihan jiwa (healing) melalui warna dan tekstur.
![]() |
| Ketua panitia pameran Rina Mariana, S.Pd., S.ST., M.Ds. mendampingi Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc, mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan. (Bandung, 10/04/2026). Foto: Istimewa. |
Dalam sambutannya Rina Mariana selaku Ketua panitia pelaksana Pameran menyampaikan dengan penuh rasa syukur, “Kami menyambut terlaksananya pameran komunitas seni bertajuk Saniskara Hawa yang menghadirkan 53 perupa dari seluruh Nusantara sebagai wujud semangat kolaborasi dan keberagaman kreativitas. Kegiatan ini bukan sekadar ruang apresiasi karya, tetapi juga menjadi ajakan bagi kita semua untuk terus mendukung, menginspirasi, dan menghidupkan ekosistem seni yang inklusif serta berdaya. Semoga semangat yang terbangun dalam pameran ini mampu menumbuhkan harapan, memperkuat kebersamaan, dan mendorong lahirnya karya-karya yang memberi makna bagi masyarakat luas,“ katanya,
Sementara itu, Ketua Komunitas 22 Ibu, Mia Kurniasih, S.Pd, S.S.T, M.M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pameran Saniskara Hawa meruapakan salah satu wujud kreativitas dari Komunitas 22 ibu, yaitu suatu komunitas perempuan Indonesia yang secara dinamis dan kontinyu nemberikan ruang bagi perempuan untuk mendefinisikan diri, mengeksplorasi diri, menuangkan pengalaman diri atau mengangkat isu kesehariannya dengan mengandalkan kepekaan intuisi emosional dan ketajaman intelektualnya kedalam sebuah karya seni yang orisinal dan unik.
“Ini adalah suatu bukti bahwa kreativitas itu tanpa batas, dan seniman Perempuan mempunyai pilar penting dalam memberikan arah dan warna baru bagi perkembangan seni rupa di Indonesia,“ tegasnya. (Asep GP)***
Komunitas 22 Ibu Mengusung Saniskara Hawa di Hotel de Paviljoen Bandung
Posted by
Tatarjabar.com on Monday, April 13, 2026
Bandung, Komunitas 22 Ibu adalah Komunitas seni yang beranggotakan perempuan dari lintas institusi, juga seniman dan desainer, sekarang komunitas ini mengadakan pameran di Hotel de Paviljoen dengan mengusung tajuk “Saniskara Hawa”. Pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 11 April - 10 Juni 2026.
Pameran yang dikuratori Rahmat Jabaril ini menghadirkan 53 perempuan perupa dari komunitas 22 Ibu. Pameran secara resmi dibuka oleh Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung. Pameran ini menampilkan beragam karya seni lukis dua dimensi dengan eksplorasi teknik seperti garis, warna, bentuk, dan tempelan, yang merepresentasikan kedalaman gagasan artistik para seniman.
“Saniskara Hawa” merupakan perpaduan makna lintas bahasa dan budaya. Kata “Saniskara” dalam bahasa Sunda berarti “segala macam”, sekaligus memiliki keterkaitan makna dalam tradisi Sanskerta. Sementara “Hawa” dimaknai sebagai perempuan, ibu, sumber kehidupan, sekaligus suasana atau udara yang menghidupkan. Gabungan keduanya merepresentasikan perempuan sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.
Kurator Rahmat Jabaril mengatakan, Bagi seorang seniman perempuan, berkarya adalah sebuah bentuk Saniskara—sebuah proses penyucian dan pengolahan kembali ingatan, emosi, dan peran yang mereka jalani sehari-hari. Di tengah hiruk-pikuk tuntutan sosial dan domestik, seni menjadi kawah candradimuka untuk membasuh segala kegelisahan menjadi sebuah keindahan yang bermakna. Melalui tangan-tangan para perempuan ini, kita diajak untuk melihat bagaimana "hawa" atau suasana batin diolah secara beragam. Hawa sebagai Napas Kehidupan: Karya-karya yang menonjolkan keibuan, kesuburan, dan hubungan harmonis dengan alam. Hawa sebagai Keinginan: Eksplorasi tentang mimpi, ambisi, dan keberanian perempuan dalam mendobrak batas-batas tradisi. Hawa sebagai Ruang Teduh: Estetika yang menawarkan ketenangan, refleksi diri, dan pemulihan jiwa (healing) melalui warna dan tekstur.
![]() |
| Ketua panitia pameran Rina Mariana, S.Pd., S.ST., M.Ds. mendampingi Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc, mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan. (Bandung, 10/04/2026). Foto: Istimewa. |
Dalam sambutannya Rina Mariana selaku Ketua panitia pelaksana Pameran menyampaikan dengan penuh rasa syukur, “Kami menyambut terlaksananya pameran komunitas seni bertajuk Saniskara Hawa yang menghadirkan 53 perupa dari seluruh Nusantara sebagai wujud semangat kolaborasi dan keberagaman kreativitas. Kegiatan ini bukan sekadar ruang apresiasi karya, tetapi juga menjadi ajakan bagi kita semua untuk terus mendukung, menginspirasi, dan menghidupkan ekosistem seni yang inklusif serta berdaya. Semoga semangat yang terbangun dalam pameran ini mampu menumbuhkan harapan, memperkuat kebersamaan, dan mendorong lahirnya karya-karya yang memberi makna bagi masyarakat luas,“ katanya,
Sementara itu, Ketua Komunitas 22 Ibu, Mia Kurniasih, S.Pd, S.S.T, M.M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pameran Saniskara Hawa meruapakan salah satu wujud kreativitas dari Komunitas 22 ibu, yaitu suatu komunitas perempuan Indonesia yang secara dinamis dan kontinyu nemberikan ruang bagi perempuan untuk mendefinisikan diri, mengeksplorasi diri, menuangkan pengalaman diri atau mengangkat isu kesehariannya dengan mengandalkan kepekaan intuisi emosional dan ketajaman intelektualnya kedalam sebuah karya seni yang orisinal dan unik.
“Ini adalah suatu bukti bahwa kreativitas itu tanpa batas, dan seniman Perempuan mempunyai pilar penting dalam memberikan arah dan warna baru bagi perkembangan seni rupa di Indonesia,“ tegasnya. (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)








No comments :
Post a Comment