Home
» Seni Budaya
» Dr. Supriatna di Pameran Lukisan Komunitas ASPEN “Habis Gelap Terbitlah Terang” 2026
Thursday, April 30, 2026
![]() |
| Suasana Artist Talk Supriatna kedua dari kanan |
Pada hari Kamis (16/4/2026), Asosiasi Pelukis Nasional (ASPEN) kembali menggelar perhelatan seni dan budaya. Kali ini Komunitas ASPEN menggelar perayaan seni dan budaya melalui Pameran Lukisan bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang”, di Galeri Panyawangan, Bandung Barat.
Pameran menampilkan karya-karya seniman perwakilan ASPEN dari Jakarta dan Bandung yang merefleksikan semangat kolaborasi dan kebersamaan, keberanian, serta peran penjaga seni budaya dalam membangun bangsa. Setiap goresan adalah cerita tentang cahaya yang lahir dari kegelapan, tentang harapan yang tumbuh dari perjuangan. Kegiatan juga diramaikan dengan Contemporary Artistic Movement – Mustakaweni Sundanese Music Healing – Ringga & De’ Empet.
Menarik, di antara lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang relevan dengan tema pameran, yaitu lukisan Supriatna “Menanti Terang” #1 (Media: akrilik di atas kanvas, ukuran 120 x 120 cm – 2026) dan “Menanti Terang” #2 (akrilik di atas kanvas, ukuran 120 x 120 cm – 2026). Lukisan yang berwujud seperti Pahlawan Nasional, Tokoh Emansipasi Wanita, R.A. Kartini ini menurut pelukisnya memang konsepnya merupakan simbolisasi “Kartini” yang masih menunggu kaumnya benar-benar maju dalam kesetaraan, kesempatan, serta keadilan.
![]() |
| Lukisan Supriatna, "Menanti Terang" #1. Lukisan 2026, media Akrilik di atas Kanvas |
Sedangkan Kurator Eddy Hermanto melihat karya lukis Supriatna ini nampak seperti menangkap goresan kuas pendek dan halus: jejak sapuan kuas tampak ngajirim (jelas), spontan, dan berirama meski terasa senyap. “Fokus pada kesan warna dan cahaya menciptakan interpretasi emosional yang lebih dalam daripada sekadar akurasi detail, yang sering kali mirip dengan menangkap momen sekilas apakah itu tentang sosok (figur), tentang gesture andalemik yang dibalut dengan interaksi cahaya yang berkelindan dengan objek secara akurat dan objektif… mantap!” katanya.
![]() |
| Lukisan Supriatna, "Menanti Terang" #2. Lukisan 2026, media Akrilik di atas Kanvas |
Selain itu, Supriatna juga berkesempatan menjadi pembicara dalam “Artis Talk ASPEN” pada Sabtu (25/4/2026), di Silokarupaka Indoor Teater Bale Seni Barli bersama Dr. Warli Haryana, M.Pd. (Akademisi dan Praktisi Seni), dengan penanggap Dr. Sarnadi Adam, M.Sn. (Akademisi dan Maestro Pelukis Betawi), serta moderator Kembang Sepatu (Akademisi dan Praktisi).
Sebagaimana diketahui, Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn. adalah seorang seniman sekaligus akademisi. Alumni Seni Murni FSRD ITB (S1–S2) ini meneruskan menimba Ilmu Komunikasi Seni di S3 Pascasarjana Unpad dan kini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama di ISBI Bandung. Namun kegemarannya melukis tak pernah padam. Tak heran karyanya hingga kini sudah mencapai seribuan. Ada yang dikoleksi dan ada juga beberapa lukisannya yang tidak tahu rimbanya, tidak didokumentasikan. Karyanya sudah dikoleksi oleh kolektor di beberapa negara seperti China, Thailand, Jepang, dan sisanya walau orientasinya bukan untuk komersial, lukisannya dibeli teman-temannya dan perusahaan di dalam negeri. “Saya melukis hanya untuk mengekspresikan kegelisahan jiwa saja,” pungkasnya. (Asep GP)***
Tatarjabar.com
April 30, 2026
CB Blogger
IndonesiaSebagaimana diketahui, Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn. adalah seorang seniman sekaligus akademisi. Alumni Seni Murni FSRD ITB (S1–S2) ini meneruskan menimba Ilmu Komunikasi Seni di S3 Pascasarjana Unpad dan kini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama di ISBI Bandung. Namun kegemarannya melukis tak pernah padam. Tak heran karyanya hingga kini sudah mencapai seribuan. Ada yang dikoleksi dan ada juga beberapa lukisannya yang tidak tahu rimbanya, tidak didokumentasikan. Karyanya sudah dikoleksi oleh kolektor di beberapa negara seperti China, Thailand, Jepang, dan sisanya walau orientasinya bukan untuk komersial, lukisannya dibeli teman-temannya dan perusahaan di dalam negeri. “Saya melukis hanya untuk mengekspresikan kegelisahan jiwa saja,” pungkasnya. (Asep GP)***
Dr. Supriatna di Pameran Lukisan Komunitas ASPEN “Habis Gelap Terbitlah Terang” 2026
Posted by
Tatarjabar.com on Thursday, April 30, 2026
![]() |
| Suasana Artist Talk Supriatna kedua dari kanan |
Pada hari Kamis (16/4/2026), Asosiasi Pelukis Nasional (ASPEN) kembali menggelar perhelatan seni dan budaya. Kali ini Komunitas ASPEN menggelar perayaan seni dan budaya melalui Pameran Lukisan bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang”, di Galeri Panyawangan, Bandung Barat.
Pameran menampilkan karya-karya seniman perwakilan ASPEN dari Jakarta dan Bandung yang merefleksikan semangat kolaborasi dan kebersamaan, keberanian, serta peran penjaga seni budaya dalam membangun bangsa. Setiap goresan adalah cerita tentang cahaya yang lahir dari kegelapan, tentang harapan yang tumbuh dari perjuangan. Kegiatan juga diramaikan dengan Contemporary Artistic Movement – Mustakaweni Sundanese Music Healing – Ringga & De’ Empet.
Menarik, di antara lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang relevan dengan tema pameran, yaitu lukisan Supriatna “Menanti Terang” #1 (Media: akrilik di atas kanvas, ukuran 120 x 120 cm – 2026) dan “Menanti Terang” #2 (akrilik di atas kanvas, ukuran 120 x 120 cm – 2026). Lukisan yang berwujud seperti Pahlawan Nasional, Tokoh Emansipasi Wanita, R.A. Kartini ini menurut pelukisnya memang konsepnya merupakan simbolisasi “Kartini” yang masih menunggu kaumnya benar-benar maju dalam kesetaraan, kesempatan, serta keadilan.
![]() |
| Lukisan Supriatna, "Menanti Terang" #1. Lukisan 2026, media Akrilik di atas Kanvas |
Sedangkan Kurator Eddy Hermanto melihat karya lukis Supriatna ini nampak seperti menangkap goresan kuas pendek dan halus: jejak sapuan kuas tampak ngajirim (jelas), spontan, dan berirama meski terasa senyap. “Fokus pada kesan warna dan cahaya menciptakan interpretasi emosional yang lebih dalam daripada sekadar akurasi detail, yang sering kali mirip dengan menangkap momen sekilas apakah itu tentang sosok (figur), tentang gesture andalemik yang dibalut dengan interaksi cahaya yang berkelindan dengan objek secara akurat dan objektif… mantap!” katanya.
![]() |
| Lukisan Supriatna, "Menanti Terang" #2. Lukisan 2026, media Akrilik di atas Kanvas |
Selain itu, Supriatna juga berkesempatan menjadi pembicara dalam “Artis Talk ASPEN” pada Sabtu (25/4/2026), di Silokarupaka Indoor Teater Bale Seni Barli bersama Dr. Warli Haryana, M.Pd. (Akademisi dan Praktisi Seni), dengan penanggap Dr. Sarnadi Adam, M.Sn. (Akademisi dan Maestro Pelukis Betawi), serta moderator Kembang Sepatu (Akademisi dan Praktisi).
Sebagaimana diketahui, Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn. adalah seorang seniman sekaligus akademisi. Alumni Seni Murni FSRD ITB (S1–S2) ini meneruskan menimba Ilmu Komunikasi Seni di S3 Pascasarjana Unpad dan kini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama di ISBI Bandung. Namun kegemarannya melukis tak pernah padam. Tak heran karyanya hingga kini sudah mencapai seribuan. Ada yang dikoleksi dan ada juga beberapa lukisannya yang tidak tahu rimbanya, tidak didokumentasikan. Karyanya sudah dikoleksi oleh kolektor di beberapa negara seperti China, Thailand, Jepang, dan sisanya walau orientasinya bukan untuk komersial, lukisannya dibeli teman-temannya dan perusahaan di dalam negeri. “Saya melukis hanya untuk mengekspresikan kegelisahan jiwa saja,” pungkasnya. (Asep GP)***
Sebagaimana diketahui, Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn. adalah seorang seniman sekaligus akademisi. Alumni Seni Murni FSRD ITB (S1–S2) ini meneruskan menimba Ilmu Komunikasi Seni di S3 Pascasarjana Unpad dan kini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama di ISBI Bandung. Namun kegemarannya melukis tak pernah padam. Tak heran karyanya hingga kini sudah mencapai seribuan. Ada yang dikoleksi dan ada juga beberapa lukisannya yang tidak tahu rimbanya, tidak didokumentasikan. Karyanya sudah dikoleksi oleh kolektor di beberapa negara seperti China, Thailand, Jepang, dan sisanya walau orientasinya bukan untuk komersial, lukisannya dibeli teman-temannya dan perusahaan di dalam negeri. “Saya melukis hanya untuk mengekspresikan kegelisahan jiwa saja,” pungkasnya. (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)










No comments :
Post a Comment