Tuesday, March 10, 2026
![]() |
| UiTM Malaysia dengan Itenas jalin kerjasama yang lebih erat lagi (Dok. Sofi UiTM) |
Bandung, Jumat (6/3/2026) – Kunjungan tersebut diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh kedua belah pihak, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia, pada Jumat (6/3/2026), bertempat di Gedung Rektorat Lt. 2 Ruang 15 221, Kampus Itenas, Jalan PHH Mustofa No. 23, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Hadir dalam kesempatan tersebut dari pihak UiTM: Assoc. Prof. Dr. Nur Hisham Ibrahim (Rektor UiTM Perak Branch), Ts. Dr. Nur Faizah Mohd. Pahme (Liaison Officer, UiTM Global), dan Ts. Ahmad Sofiyuddin Mohd. Shuib (PIC MoU for Department of Design & Visual Communication). Sementara dari pihak Itenas, diwakili oleh Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama, beserta jajarannya.
Rektor UiTM menyampaikan bahwa kerja sama akademik dengan Itenas sudah sering dilakukan, seperti konferensi, team teaching, dan yang akan datang berupa pertukaran pelajar, di mana beberapa mahasiswa Itenas akan berkunjung ke UiTM Cawangan Malaysia.
![]() |
| Tandangani MoU yang menguntungkan kedua belah pihak (Dok. Sofi) |
Dalam perbincangan, kedua belah pihak juga sepakat untuk memperbanyak peluang kerja sama akademik, seperti joint publication, joint team teaching, dan sebagainya, yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Nur Hisham berharap hubungan baik dan kolaborasi ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat internasional.
“Jadi dengan adanya hubungan baik ini, kolaborasi kita diharapkan memberi dampak yang lebih besar kepada kedua institusi. Harapannya bukan saja di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat antarbangsa,” ujarnya dengan bahasa Malaysia yang kental.
“Jadi dengan adanya hubungan baik ini, kolaborasi kita diharapkan memberi dampak yang lebih besar kepada kedua institusi. Harapannya bukan saja di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat antarbangsa,” ujarnya dengan bahasa Malaysia yang kental.
![]() |
| Rektor UiTM, Nur Hisham (kanan) dan Warek Bid.Perencanaan, Inovasi dan Kerjasama Itenas, Dani Rusirawan, sepakat jalin kerjasama yang Menguntungkan kedua pihak (Dok. Sofi) |
Nur Hisham juga mengatakan bahwa kunjungannya di Bandung berlangsung selama tiga hari. Selain ke Itenas, pihaknya juga singgah di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan mengunjungi Galeri Seni Humanika Artspace di kawasan Bojongkoneng Atas, Cikutra, Bandung, untuk berkolaborasi memberi peluang kepada para mahasiswa agar mendapatkan wawasan dan ilmu yang lebih luas.
Kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak ini mendapat sambutan baik dari Itenas. Dani Rusirawan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya sangat senang bisa melakukan penandatanganan MoU lagi dengan UiTM, karena sebelumnya juga banyak kerja sama yang sudah diimplementasikan.
Di antaranya student exchange baik short program maupun long program, serta guest lecturer (dosen tamu) yang menjadi pembicara dalam seminar. Ke depan, “Tadi dalam diskusi kita sudah sepakat untuk melakukan semacam joint supervision, yaitu pembimbingan tugas akhir bersama. Kemudian juga kita akan coba joint class, artinya kelas yang disampaikan di sini bisa diikuti oleh mahasiswa dari UiTM dan sebaliknya,” kata Dani.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kegiatan ini bisa menjadi aktivitas yang ekonomis, efektif, dan efisien. Cukup di negara masing-masing, tetapi tetap bisa mengikuti apa yang disebut International Class.
Kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak ini mendapat sambutan baik dari Itenas. Dani Rusirawan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya sangat senang bisa melakukan penandatanganan MoU lagi dengan UiTM, karena sebelumnya juga banyak kerja sama yang sudah diimplementasikan.
Di antaranya student exchange baik short program maupun long program, serta guest lecturer (dosen tamu) yang menjadi pembicara dalam seminar. Ke depan, “Tadi dalam diskusi kita sudah sepakat untuk melakukan semacam joint supervision, yaitu pembimbingan tugas akhir bersama. Kemudian juga kita akan coba joint class, artinya kelas yang disampaikan di sini bisa diikuti oleh mahasiswa dari UiTM dan sebaliknya,” kata Dani.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kegiatan ini bisa menjadi aktivitas yang ekonomis, efektif, dan efisien. Cukup di negara masing-masing, tetapi tetap bisa mengikuti apa yang disebut International Class.
![]() |
| Para petinggi kedua perguruan tinggi bersama mahasiswa Itenas yang akan berkunjung ke UiTM Malaysia (Dok. Asep GP) |
“Jadi, kami senang hari ini bisa menandatangani MoU, dan setelah ini kami yakin ke depannya berbagai kegiatan lainnya juga akan terus berlangsung. Kata kuncinya adalah saling percaya satu sama lain, itu menjadi kunci dari kami,” tandas Pak Warek.
Hal senada juga dikatakan Nur Faizah Mohd. Pahme, yang merasa gembira dengan adanya penandatanganan MoU ini. Pelaksanaan kolaborasi, kata dia, selain di antara para pelajar juga melibatkan para dosen, serta difokuskan kepada masyarakat di sekitar Bandung. “Jadi perjanjian ini akan bermanfaat untuk rakyat Malaysia juga rakyat Indonesia,” katanya.
Kerja sama dengan Itenas, kata Nur Faizah, sudah kali yang ketiga. Beberapa kolaborasi telah dijalankan, bukan hanya team teaching, tetapi juga studi banding antara UiTM dan Itenas.
“Komparatifnya, kita bisa lihat banyak kesamaan. Namun dari segi kultur, cara pembelajarannya agak berbeda antara Malaysia dan Indonesia. Di sini lebih menekankan aspek kultur Indonesia. Itu bagus untuk mahasiswa Malaysia, supaya diperkenalkan juga dengan budaya Indonesia,” jelasnya.
Indonesia, kata Nur Faizah, memiliki beragam suku, seperti Sunda, Jawa, Minang, Batak, dan lain-lain. Sementara di Malaysia jumlahnya lebih sedikit. “Ya, kita memang serumpun. Di Malaysia juga ada orang Jawa, tetapi Jawa di Malaysia berbeda dengan yang ada di Indonesia,” pungkas Nur Faizah Mohd. Pahme dari Department of International UiTM Cawangan Perak, Malaysia.
Hal senada juga dikatakan Nur Faizah Mohd. Pahme, yang merasa gembira dengan adanya penandatanganan MoU ini. Pelaksanaan kolaborasi, kata dia, selain di antara para pelajar juga melibatkan para dosen, serta difokuskan kepada masyarakat di sekitar Bandung. “Jadi perjanjian ini akan bermanfaat untuk rakyat Malaysia juga rakyat Indonesia,” katanya.
Kerja sama dengan Itenas, kata Nur Faizah, sudah kali yang ketiga. Beberapa kolaborasi telah dijalankan, bukan hanya team teaching, tetapi juga studi banding antara UiTM dan Itenas.
“Komparatifnya, kita bisa lihat banyak kesamaan. Namun dari segi kultur, cara pembelajarannya agak berbeda antara Malaysia dan Indonesia. Di sini lebih menekankan aspek kultur Indonesia. Itu bagus untuk mahasiswa Malaysia, supaya diperkenalkan juga dengan budaya Indonesia,” jelasnya.
Indonesia, kata Nur Faizah, memiliki beragam suku, seperti Sunda, Jawa, Minang, Batak, dan lain-lain. Sementara di Malaysia jumlahnya lebih sedikit. “Ya, kita memang serumpun. Di Malaysia juga ada orang Jawa, tetapi Jawa di Malaysia berbeda dengan yang ada di Indonesia,” pungkas Nur Faizah Mohd. Pahme dari Department of International UiTM Cawangan Perak, Malaysia.
![]() |
| Dari Kiri: Ahmad Sofiyuddin (UiTM), Nur Hisham (Rektor UiTM), Keng Tanzil (Alumni Itenas), dan Nur Faizah (UiTM) (Dok. Asep GP) |
Awal hubungan erat kerja sama ini tidak lepas dari peran alumni. Adalah Keng S. Tanzil, M.Ars., Alumni Arsitektur Itenas Angkatan 1985, yang diundang berpameran secara pribadi di Malaysia (2023, 2024, 2025). Selama di sana, ia melihat banyak peluang kerja sama antara UiTM dan Itenas.
“Karena memajukan almamater bagian dari pengabdian, selain kita bisa mengeksplorasi diri, tidak ada salahnya kalau kita menghubungkan si pengundang dan yang diundang secara kelembagaan,” demikian pikiran Keng waktu itu.
Selanjutnya dicobalah untuk menghubungkan kedua perguruan tinggi antarbangsa itu agar lebih erat secara kelembagaan. Setelah proses lebih dari satu tahun, akhirnya terjalin hubungan ini yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin besar dan bermanfaat bagi Indonesia dan Malaysia sebagai saudara serumpun.
“Semoga Itenas dan UiTM berkembang bersama serta menjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik lagi. Karena bentuk komunikasi dan jejaring adalah nomor satu. Kita boleh cerdas, boleh pandai, tetapi tanpa jejaring kita tidak bisa apa-apa,” kata Keng dengan penuh keyakinan. (Asep GP)***
Tatarjabar.com
March 10, 2026
CB Blogger
Indonesia“Karena memajukan almamater bagian dari pengabdian, selain kita bisa mengeksplorasi diri, tidak ada salahnya kalau kita menghubungkan si pengundang dan yang diundang secara kelembagaan,” demikian pikiran Keng waktu itu.
Selanjutnya dicobalah untuk menghubungkan kedua perguruan tinggi antarbangsa itu agar lebih erat secara kelembagaan. Setelah proses lebih dari satu tahun, akhirnya terjalin hubungan ini yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin besar dan bermanfaat bagi Indonesia dan Malaysia sebagai saudara serumpun.
“Semoga Itenas dan UiTM berkembang bersama serta menjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik lagi. Karena bentuk komunikasi dan jejaring adalah nomor satu. Kita boleh cerdas, boleh pandai, tetapi tanpa jejaring kita tidak bisa apa-apa,” kata Keng dengan penuh keyakinan. (Asep GP)***
Kunjungan dan Inisiasi Kerja Sama Itenas dengan UiTM, Malaysia
Posted by
Tatarjabar.com on Tuesday, March 10, 2026
![]() |
| UiTM Malaysia dengan Itenas jalin kerjasama yang lebih erat lagi (Dok. Sofi UiTM) |
Bandung, Jumat (6/3/2026) – Kunjungan tersebut diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh kedua belah pihak, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia, pada Jumat (6/3/2026), bertempat di Gedung Rektorat Lt. 2 Ruang 15 221, Kampus Itenas, Jalan PHH Mustofa No. 23, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Hadir dalam kesempatan tersebut dari pihak UiTM: Assoc. Prof. Dr. Nur Hisham Ibrahim (Rektor UiTM Perak Branch), Ts. Dr. Nur Faizah Mohd. Pahme (Liaison Officer, UiTM Global), dan Ts. Ahmad Sofiyuddin Mohd. Shuib (PIC MoU for Department of Design & Visual Communication). Sementara dari pihak Itenas, diwakili oleh Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama, beserta jajarannya.
Rektor UiTM menyampaikan bahwa kerja sama akademik dengan Itenas sudah sering dilakukan, seperti konferensi, team teaching, dan yang akan datang berupa pertukaran pelajar, di mana beberapa mahasiswa Itenas akan berkunjung ke UiTM Cawangan Malaysia.
![]() |
| Tandangani MoU yang menguntungkan kedua belah pihak (Dok. Sofi) |
Dalam perbincangan, kedua belah pihak juga sepakat untuk memperbanyak peluang kerja sama akademik, seperti joint publication, joint team teaching, dan sebagainya, yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Nur Hisham berharap hubungan baik dan kolaborasi ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat internasional.
“Jadi dengan adanya hubungan baik ini, kolaborasi kita diharapkan memberi dampak yang lebih besar kepada kedua institusi. Harapannya bukan saja di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat antarbangsa,” ujarnya dengan bahasa Malaysia yang kental.
“Jadi dengan adanya hubungan baik ini, kolaborasi kita diharapkan memberi dampak yang lebih besar kepada kedua institusi. Harapannya bukan saja di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat antarbangsa,” ujarnya dengan bahasa Malaysia yang kental.
![]() |
| Rektor UiTM, Nur Hisham (kanan) dan Warek Bid.Perencanaan, Inovasi dan Kerjasama Itenas, Dani Rusirawan, sepakat jalin kerjasama yang Menguntungkan kedua pihak (Dok. Sofi) |
Nur Hisham juga mengatakan bahwa kunjungannya di Bandung berlangsung selama tiga hari. Selain ke Itenas, pihaknya juga singgah di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan mengunjungi Galeri Seni Humanika Artspace di kawasan Bojongkoneng Atas, Cikutra, Bandung, untuk berkolaborasi memberi peluang kepada para mahasiswa agar mendapatkan wawasan dan ilmu yang lebih luas.
Kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak ini mendapat sambutan baik dari Itenas. Dani Rusirawan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya sangat senang bisa melakukan penandatanganan MoU lagi dengan UiTM, karena sebelumnya juga banyak kerja sama yang sudah diimplementasikan.
Di antaranya student exchange baik short program maupun long program, serta guest lecturer (dosen tamu) yang menjadi pembicara dalam seminar. Ke depan, “Tadi dalam diskusi kita sudah sepakat untuk melakukan semacam joint supervision, yaitu pembimbingan tugas akhir bersama. Kemudian juga kita akan coba joint class, artinya kelas yang disampaikan di sini bisa diikuti oleh mahasiswa dari UiTM dan sebaliknya,” kata Dani.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kegiatan ini bisa menjadi aktivitas yang ekonomis, efektif, dan efisien. Cukup di negara masing-masing, tetapi tetap bisa mengikuti apa yang disebut International Class.
Kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak ini mendapat sambutan baik dari Itenas. Dani Rusirawan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Inovasi, dan Kerja Sama, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya sangat senang bisa melakukan penandatanganan MoU lagi dengan UiTM, karena sebelumnya juga banyak kerja sama yang sudah diimplementasikan.
Di antaranya student exchange baik short program maupun long program, serta guest lecturer (dosen tamu) yang menjadi pembicara dalam seminar. Ke depan, “Tadi dalam diskusi kita sudah sepakat untuk melakukan semacam joint supervision, yaitu pembimbingan tugas akhir bersama. Kemudian juga kita akan coba joint class, artinya kelas yang disampaikan di sini bisa diikuti oleh mahasiswa dari UiTM dan sebaliknya,” kata Dani.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kegiatan ini bisa menjadi aktivitas yang ekonomis, efektif, dan efisien. Cukup di negara masing-masing, tetapi tetap bisa mengikuti apa yang disebut International Class.
![]() |
| Para petinggi kedua perguruan tinggi bersama mahasiswa Itenas yang akan berkunjung ke UiTM Malaysia (Dok. Asep GP) |
“Jadi, kami senang hari ini bisa menandatangani MoU, dan setelah ini kami yakin ke depannya berbagai kegiatan lainnya juga akan terus berlangsung. Kata kuncinya adalah saling percaya satu sama lain, itu menjadi kunci dari kami,” tandas Pak Warek.
Hal senada juga dikatakan Nur Faizah Mohd. Pahme, yang merasa gembira dengan adanya penandatanganan MoU ini. Pelaksanaan kolaborasi, kata dia, selain di antara para pelajar juga melibatkan para dosen, serta difokuskan kepada masyarakat di sekitar Bandung. “Jadi perjanjian ini akan bermanfaat untuk rakyat Malaysia juga rakyat Indonesia,” katanya.
Kerja sama dengan Itenas, kata Nur Faizah, sudah kali yang ketiga. Beberapa kolaborasi telah dijalankan, bukan hanya team teaching, tetapi juga studi banding antara UiTM dan Itenas.
“Komparatifnya, kita bisa lihat banyak kesamaan. Namun dari segi kultur, cara pembelajarannya agak berbeda antara Malaysia dan Indonesia. Di sini lebih menekankan aspek kultur Indonesia. Itu bagus untuk mahasiswa Malaysia, supaya diperkenalkan juga dengan budaya Indonesia,” jelasnya.
Indonesia, kata Nur Faizah, memiliki beragam suku, seperti Sunda, Jawa, Minang, Batak, dan lain-lain. Sementara di Malaysia jumlahnya lebih sedikit. “Ya, kita memang serumpun. Di Malaysia juga ada orang Jawa, tetapi Jawa di Malaysia berbeda dengan yang ada di Indonesia,” pungkas Nur Faizah Mohd. Pahme dari Department of International UiTM Cawangan Perak, Malaysia.
Hal senada juga dikatakan Nur Faizah Mohd. Pahme, yang merasa gembira dengan adanya penandatanganan MoU ini. Pelaksanaan kolaborasi, kata dia, selain di antara para pelajar juga melibatkan para dosen, serta difokuskan kepada masyarakat di sekitar Bandung. “Jadi perjanjian ini akan bermanfaat untuk rakyat Malaysia juga rakyat Indonesia,” katanya.
Kerja sama dengan Itenas, kata Nur Faizah, sudah kali yang ketiga. Beberapa kolaborasi telah dijalankan, bukan hanya team teaching, tetapi juga studi banding antara UiTM dan Itenas.
“Komparatifnya, kita bisa lihat banyak kesamaan. Namun dari segi kultur, cara pembelajarannya agak berbeda antara Malaysia dan Indonesia. Di sini lebih menekankan aspek kultur Indonesia. Itu bagus untuk mahasiswa Malaysia, supaya diperkenalkan juga dengan budaya Indonesia,” jelasnya.
Indonesia, kata Nur Faizah, memiliki beragam suku, seperti Sunda, Jawa, Minang, Batak, dan lain-lain. Sementara di Malaysia jumlahnya lebih sedikit. “Ya, kita memang serumpun. Di Malaysia juga ada orang Jawa, tetapi Jawa di Malaysia berbeda dengan yang ada di Indonesia,” pungkas Nur Faizah Mohd. Pahme dari Department of International UiTM Cawangan Perak, Malaysia.
![]() |
| Dari Kiri: Ahmad Sofiyuddin (UiTM), Nur Hisham (Rektor UiTM), Keng Tanzil (Alumni Itenas), dan Nur Faizah (UiTM) (Dok. Asep GP) |
Awal hubungan erat kerja sama ini tidak lepas dari peran alumni. Adalah Keng S. Tanzil, M.Ars., Alumni Arsitektur Itenas Angkatan 1985, yang diundang berpameran secara pribadi di Malaysia (2023, 2024, 2025). Selama di sana, ia melihat banyak peluang kerja sama antara UiTM dan Itenas.
“Karena memajukan almamater bagian dari pengabdian, selain kita bisa mengeksplorasi diri, tidak ada salahnya kalau kita menghubungkan si pengundang dan yang diundang secara kelembagaan,” demikian pikiran Keng waktu itu.
Selanjutnya dicobalah untuk menghubungkan kedua perguruan tinggi antarbangsa itu agar lebih erat secara kelembagaan. Setelah proses lebih dari satu tahun, akhirnya terjalin hubungan ini yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin besar dan bermanfaat bagi Indonesia dan Malaysia sebagai saudara serumpun.
“Semoga Itenas dan UiTM berkembang bersama serta menjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik lagi. Karena bentuk komunikasi dan jejaring adalah nomor satu. Kita boleh cerdas, boleh pandai, tetapi tanpa jejaring kita tidak bisa apa-apa,” kata Keng dengan penuh keyakinan. (Asep GP)***
“Karena memajukan almamater bagian dari pengabdian, selain kita bisa mengeksplorasi diri, tidak ada salahnya kalau kita menghubungkan si pengundang dan yang diundang secara kelembagaan,” demikian pikiran Keng waktu itu.
Selanjutnya dicobalah untuk menghubungkan kedua perguruan tinggi antarbangsa itu agar lebih erat secara kelembagaan. Setelah proses lebih dari satu tahun, akhirnya terjalin hubungan ini yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin besar dan bermanfaat bagi Indonesia dan Malaysia sebagai saudara serumpun.
“Semoga Itenas dan UiTM berkembang bersama serta menjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik lagi. Karena bentuk komunikasi dan jejaring adalah nomor satu. Kita boleh cerdas, boleh pandai, tetapi tanpa jejaring kita tidak bisa apa-apa,” kata Keng dengan penuh keyakinan. (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)











No comments :
Post a Comment