Tuesday, March 3, 2026
![]() |
| Siswa SLB Karya Bhakti bergembira bernyanyi bersama dalam acara Charity Night dan Bukber bulan Ramadan, yang digagas Ika Sadaya UNPAD di Pawon Pitoe (28/2/2026) Foto: Dok. Ika Sadaya |
Malam minggu itu, siapa pun akan merasakan bahagia bercampur haru, menyaksikan anak-anak berkebutuhan khusus bernyanyi dan menari, riang gembira dengan bahasa dan tingkahnya masing-masing. Kebahagiaan tambah terpancar di wajahnya ketika adzan Magrib tiba, tanda buka puasa, dan mereka diberi goodie bag dan amplop berisi uang.
Ya, itulah suasana Malam Amal, “Charity Night, Buka Bersama Anak SLB Karya Bhakti” yang digelar IKA SADAYA (Ikatan Alumni Sastra & Budaya) Universitas Padjadjaran, di Pawon Pitoe Cafe, Jl. Bungur No.1 Cipedes, Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (28/2/2026).
![]() |
| Diberi santunan (foto:Asep GP) |
Tidak hanya itu, acara amal yang dipandu MC kondang Joe P. Project (Alumni Sejarah Unpad) disemarakkan juga dengan live painting oleh Kang Diyanto, perupa jebolan FSRD ITB dan dosen Fakultas Filsafat Unpar yang juga jadi kurator di Thee Huis Gallery (Dago Tea House) Taman Budaya Jawa Barat. Lukisannya, “Mereka yang Terabaikan”, langsung dibeli Ketua Ika Sadaya Nuning Hallet dan uangnya didonasikan untuk SLB Karya Bhakti. Saat itu hadir pula seniman lainnya dari FSRD ITB dan ISBI Bandung, termasuk Dr. Ipit S. Dimyati.
Selain itu ada juga momen mengharukan ketika Kang Adang M. Tsaury (Adang Bajay Alumni Sastra Arab Unpad) memimpin doa untuk almarhum Aef Sofyan Aminata (Alumni Sejarah), konseptor acara amal ini, yang meninggal di rumahnya sehari sebelum acara berlangsung, Jumat dini hari (27/2/2026).
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Almarhum yang akrab disapa Starsky (wajahnya sekilas mirip aktor pemeran detektif David Starsky (Paul Michael) dalam film layar kaca Starsky & Hutch) adalah scriptwriter P. Project, dan dikenal sangat baik kepada semua orang, ramah, periang, dan pandai menyemarakan suasana dengan banyolan-banyolan segarnya, serta tidak banyak mengeluh, sehingga teman-teman dekatnya pun tidak menyangka Aef telah tiada dan merasa kehilangan sekali karena ketika menata acara amal ini di rumahnya Joe P. Project, Starsky kelihatan sehat. Kakak almarhum, Supriatna Amiputra (Sastra German ‘83), pun hadir dalam acara amal tersebut mewakili keluarga. Sebelumnya dilakukan juga acara doa bersama untuk Aef “Starsky” Sofyan Aminata yang diinisiasi Hikmat Kurnia (Ketua Ika Unpad Periode 2016–2020) di WOOI Supertiam, Jalan Sumbawa No.24 Bandung.
“Acara Ika Sadaya Unpad berbagi di bulan Ramadan ini adalah momen bagi saya untuk menginformasikan lebih luas kepada alumni Unpad bahwa ada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus dari keluarga tidak mampu dan sekolah mereka mau ditutup, agar para alumni menjadi tahu dan berpikir, diajak jadi tergerak untuk membantu mereka,” demikian kata Ummy Latifah, S.S., sang pencetus ide.
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Alhamdulillah, katanya, setelah para alumni tahu, banyak yang peduli dan empati. Malam itu anak-anak Yayasan Karya Bhakti bisa riang gembira, terhibur hatinya menari dan bernyanyi bersama, serta pulangnya dikasih bingkisan dan amplop. Tidak lupa buat guru-gurunya yang hanya dibayar 500 ribu per bulan, dikasih THR.
Target jangka panjang selanjutnya adalah pendampingan agar sekolah tidak ditutup, peningkatan SDM guru, juga perbaikan fasilitas pembelajaran dengan memindahkan sekolah ke tempat yang lebih layak.
![]() |
| Dari kiri: Ummy Latifah (Penggagas Acara), Kang Adang M. Tsaury, Prof. Muradi, Resna Widyasari (Guru SLB Karya Bhakti) dan Joe P. Project (Foto: Asep GP) |
Umi juga ingin audiensi ke pemerintah terkait, tapi katanya sudah dicoba ke berbagai pintu, lewat penasihat dan staf ahlinya, belum ada tanggapan.
“Ya minimal bisa minta tempat ke pemkot ya, ke Kang Farhan, karena kalau sekolahnya tetap menyewa di tempat itu (Jalan Persaudaraan, Hantap, Antapani, Kota Bandung) orang tua tidak mau daftar karena kumuh. Coba tempatnya yang layak buat pendidikan, pendaftarnya bisa banyak. Jadi kalau pendaftarnya banyak, masih bisa menerima dana BOS dari pemerintah,” kata Ummy.
![]() |
| Live Painting oleh Kang Diyanto (Foto: Asep GP) |
Hal itu dibenarkan Resna Widyasari Afandi, staf pengajar SLB Karya Bhakti. Makanya dia berharap dengan adanya kegiatan ini, sekolahnya bisa pindah ke tempat yang lingkungannya lebih layak dan muridnya bertambah banyak.
“Saya berterima kasih kepada Bu Ummy dan teman-temannya dari Ika Sadaya Unpad. Semoga dengan acara ini dapat membantu agar sekolah kita bisa pindah, agar mendapat murid, karena kalau kurang muridnya kita tidak akan berkembang dan akhirnya kita tutup. Itu yang sedihnya,” kata Resna waswas.
![]() |
| Lelang lukisan berjudul "Mereka yang terabaikan" karya Diyanto langsung dibeli Nuning Hallet, Ketua Ika Sadaya UNPAD (Foto: Asep GP) |
“Inginnya kita lebih diperhatikan, karena memang kita tuh kekurangan murid dan dana BOS itu tidak cukup untuk dana operasional sekolah, hanya cukup untuk listrik dan gaji guru honorer yang belum PNS (500/bulan),” imbuhnya.
Kata Resna, SLB B Karya Bhakti berdiri tahun 2003. Pendirinya ayahnya sendiri, Dede Afandi, kepala sekolah di SLB ini. Sekarang punya 16 murid: tuna rungu, tuna grahita, ADHD, autis, sindrom, dan tuna daksa, lengkap, hanya tuna netra yang tidak ada. Semua murid berasal dari lingkungan sekitar.
![]() |
| Kakak mendiang Aef Starsky, Supriatna Amiputra (kedua dari kiri) hadir bersama para alumni lainnya.(Foto: Asep GP) |
![]() |
| Foto: Dok. Ika Sadaya |
Resna sendiri di situ merangkap sebagai guru tari karena dasar pendidikannya memang dari Jurusan Seni Tari UPI Bandung (2003). Makanya, setelah lulus kuliah, karena merasa terketuk hatinya dan merasa senang berada di tengah mereka, langsung mengajar di SLB Karya Bhakti hingga kini, bersama Pa Deni (pengurus), Bu Erna, Bu Sevka, Bu Seska, Bu Fitri, Bu Wati, juga Bu Mila, alumni (tuna rungu) SLB Karya Bhakti yang bekerja di bagian TU.
Kata Ketua Ika Sadaya, Nuning Hallet, acara buka bersama dengan SLB Karya Bhakti yang diinisiasi Teh Ummy ini sebenarnya sudah menjadi tradisi dan sudah berjalan kali ke-4. Tapi karena Teh Ummy ingin lebih besar lagi, makanya melibatkan Ika Sadaya Unpad.
![]() |
| Menunggu adzan Magrib (Dok.Ika Sadaya) |
“Tapi sekarang SLB ini mau ditutup karena kekurangan murid. Maka kita berusaha untuk membantunya dengan mengumpulkan dana dari para alumni Ika Sadaya dan teman-teman lainnya, sambil mengajak bergembira dan bersilaturahmi dengan mereka. Biar orang-orang tahu yang diajak acara Ramadan ini bukan hanya anak-anak yatim piatu, tapi ya kali-kali dengan anak-anak SLB,” jelas Nuning.
Selain mengumpulkan dana untuk mereka, guru honorernya juga dikasih THR dan sekolahnya dikasih fasilitas untuk mengajar seperti alat musik dan apa yang dibutuhkan sekolah.
Dalam fundraising (meminta dukungan untuk penggalangan dana) ini, kata Nuning, dana targetnya 25 juta. Alhamdulillah sampai malam itu terus bertambah.
![]() |
| Bernyanyi menghibur teman-teman (Dok.Ika Sadaya) |
“Semoga ini bukan yang terakhir dan tahun depan bisa mengadakan lagi yang lebih besar, mengumpulkan lebih banyak funding untuk kesejahteraan murid dan gurunya,” demikian kata aktivis diaspora dan pakar start-up, alumni Sastra Jepang Unpad 92 yang melanjutkan ke Universitas Indonesia dan State University of New York at Buffalo.
Dia juga mengingatkan para alumni lainnya, jangan hanya senang-senang sendiri, kita harus membangun kepekaan terhadap sekitar yang tidak pernah dilihat dan sering diabaikan.
Kegiatan amal ini pun mendapat apresiasi dari Prof. Muradi yang sengaja datang sekalian silaturahmi dengan senior dan juniornya di Ika Sadaya Unpad, juga memberi kontribusi ke teman-teman disabilitas.
Menurutnya, “Kita harus dorong juga mereka supaya punya sekolahan yang bagus. Artinya memang perlu ada alternatif lain supaya bisa bantu, tapi mungkin tidak bisa penuh. Mungkin kita menstimulasi mereka agar bisa menikmati sekolah sebagaimana mestinya. Ika Unpad Sadaya minimal punya langkah untuk menstimulasi supaya mereka punya shelter, punya pendidikan, cukup makan, dan sebagainya,” katanya.
![]() |
| Dihibur Teh Grace (Alumni Sastra German, Mantan Penyiar Radio Ganesha) Foto: Asep GP |
Negara pun, kata Prof. Muradi, harus hadir di sini. Karena menurut UUD 1945 Pasal 34 ayat (1), fakir miskin dan anak-anak terlantar harus dipelihara negara. Jadi negara harus benar-benar punya kepedulian. Kalau mereka tidak punya tempat harus dicarikan alternatifnya,” tegas aktivis 98 yang kini jadi Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan FISIP Unpad.
Demikian juga dengan Kang Anto (Airiyanto Asa – Sastra Rusia Unpad) dari Komite Etik Ika Sadaya Unpad. Usai “tumben” menyanyi di panggung, ia mengatakan kepada wartawan malam itu merasa senang sekali melihat kepedulian teman-temannya dari Ika Sadaya dan berharap tidak putus sampai di sini. “Ini harus berlanjut!” tegasnya.
Bahkan dia berharap peran teman-temannya lebih luas lagi menjadikan Bandung jadi kota sastra dan budaya yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ika Sadaya harus memperluas kerja sama dengan fakultas lainnya juga dengan pemerintah.
“Saya berharap sekali. Apalagi sekarang ada wali kota, Kang Farhan (alumni Ekonomi Unpad), dan kita tahu beliau sangat peduli terhadap kehidupan masyarakat. Saya berharap ke depannya teman-teman juga bisa berdiskusi kebangsaan dengan Kang Farhan dalam hal penataan kota, terutama daerah-daerah kumuh, dan Ika Sadaya Unpad harus terlibat penuh, harus aktif di dalamnya,” katanya.
![]() |
| Aef Sofyan Aminata (Alm), Sang Konseptor acara Amal. Semoga menjadi ahli Surga. Aamiin. |
Ya, seperti SLB ini, Ika Sadaya harus bisa memfasilitasi kerja sama baik itu dengan Fakultas Psikologi Unpad maupun dengan Ika Psikologi yang ketuanya Kang Arif sangat peduli dengan kemanusiaan, atau bisa juga kolaborasi dengan alumni Fakultas Pertanian membuat usaha pertanian di kota seperti urban farming, buruan sae, apotek hidup, dan sebagainya, memanfaatkan lahan yang ada.
Menurut Anto, masih banyak orang-orang dan komunitas yang perlu dibantu. Dan itu tugas kita sebagai warga negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, amanat bersama yang dicetuskan para pendiri bangsa.
Seperti membantu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Siapa lagi kalau bukan teman-teman yang memang peduli di Bandung. Tadi saya lihat hadir Kang Adang M. Tsauri. Sejak 80-an saya kenal, sampai sekarang beliau masih peduli terhadap masyarakat. Juga Muradi, dia sekarang profesor yang latar belakangnya aktivis yang memang peduli terhadap kondisi masyarakat. Jadi untuk semua alumni Unpad, ada tugas kewajiban kita di poin ke-3 Tri Dharma Perguruan Tinggi—Pengabdian kepada Masyarakat. Jangan dilupakan itu!” Tutup mantan Ketua Senat Sastra dan aktivis mahasiswa pecinta alam, PALAWA Unpad. (Asep GP)***
Ika Sadaya Unpad Gelar Charity Night - Buka Puasa Bersama Anak SLB Karya Bhakti
Posted by
Tatarjabar.com on Tuesday, March 3, 2026
![]() |
| Siswa SLB Karya Bhakti bergembira bernyanyi bersama dalam acara Charity Night dan Bukber bulan Ramadan, yang digagas Ika Sadaya UNPAD di Pawon Pitoe (28/2/2026) Foto: Dok. Ika Sadaya |
Malam minggu itu, siapa pun akan merasakan bahagia bercampur haru, menyaksikan anak-anak berkebutuhan khusus bernyanyi dan menari, riang gembira dengan bahasa dan tingkahnya masing-masing. Kebahagiaan tambah terpancar di wajahnya ketika adzan Magrib tiba, tanda buka puasa, dan mereka diberi goodie bag dan amplop berisi uang.
Ya, itulah suasana Malam Amal, “Charity Night, Buka Bersama Anak SLB Karya Bhakti” yang digelar IKA SADAYA (Ikatan Alumni Sastra & Budaya) Universitas Padjadjaran, di Pawon Pitoe Cafe, Jl. Bungur No.1 Cipedes, Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (28/2/2026).
![]() |
| Diberi santunan (foto:Asep GP) |
Tidak hanya itu, acara amal yang dipandu MC kondang Joe P. Project (Alumni Sejarah Unpad) disemarakkan juga dengan live painting oleh Kang Diyanto, perupa jebolan FSRD ITB dan dosen Fakultas Filsafat Unpar yang juga jadi kurator di Thee Huis Gallery (Dago Tea House) Taman Budaya Jawa Barat. Lukisannya, “Mereka yang Terabaikan”, langsung dibeli Ketua Ika Sadaya Nuning Hallet dan uangnya didonasikan untuk SLB Karya Bhakti. Saat itu hadir pula seniman lainnya dari FSRD ITB dan ISBI Bandung, termasuk Dr. Ipit S. Dimyati.
Selain itu ada juga momen mengharukan ketika Kang Adang M. Tsaury (Adang Bajay Alumni Sastra Arab Unpad) memimpin doa untuk almarhum Aef Sofyan Aminata (Alumni Sejarah), konseptor acara amal ini, yang meninggal di rumahnya sehari sebelum acara berlangsung, Jumat dini hari (27/2/2026).
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Almarhum yang akrab disapa Starsky (wajahnya sekilas mirip aktor pemeran detektif David Starsky (Paul Michael) dalam film layar kaca Starsky & Hutch) adalah scriptwriter P. Project, dan dikenal sangat baik kepada semua orang, ramah, periang, dan pandai menyemarakan suasana dengan banyolan-banyolan segarnya, serta tidak banyak mengeluh, sehingga teman-teman dekatnya pun tidak menyangka Aef telah tiada dan merasa kehilangan sekali karena ketika menata acara amal ini di rumahnya Joe P. Project, Starsky kelihatan sehat. Kakak almarhum, Supriatna Amiputra (Sastra German ‘83), pun hadir dalam acara amal tersebut mewakili keluarga. Sebelumnya dilakukan juga acara doa bersama untuk Aef “Starsky” Sofyan Aminata yang diinisiasi Hikmat Kurnia (Ketua Ika Unpad Periode 2016–2020) di WOOI Supertiam, Jalan Sumbawa No.24 Bandung.
“Acara Ika Sadaya Unpad berbagi di bulan Ramadan ini adalah momen bagi saya untuk menginformasikan lebih luas kepada alumni Unpad bahwa ada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus dari keluarga tidak mampu dan sekolah mereka mau ditutup, agar para alumni menjadi tahu dan berpikir, diajak jadi tergerak untuk membantu mereka,” demikian kata Ummy Latifah, S.S., sang pencetus ide.
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Alhamdulillah, katanya, setelah para alumni tahu, banyak yang peduli dan empati. Malam itu anak-anak Yayasan Karya Bhakti bisa riang gembira, terhibur hatinya menari dan bernyanyi bersama, serta pulangnya dikasih bingkisan dan amplop. Tidak lupa buat guru-gurunya yang hanya dibayar 500 ribu per bulan, dikasih THR.
Target jangka panjang selanjutnya adalah pendampingan agar sekolah tidak ditutup, peningkatan SDM guru, juga perbaikan fasilitas pembelajaran dengan memindahkan sekolah ke tempat yang lebih layak.
![]() |
| Dari kiri: Ummy Latifah (Penggagas Acara), Kang Adang M. Tsaury, Prof. Muradi, Resna Widyasari (Guru SLB Karya Bhakti) dan Joe P. Project (Foto: Asep GP) |
Umi juga ingin audiensi ke pemerintah terkait, tapi katanya sudah dicoba ke berbagai pintu, lewat penasihat dan staf ahlinya, belum ada tanggapan.
“Ya minimal bisa minta tempat ke pemkot ya, ke Kang Farhan, karena kalau sekolahnya tetap menyewa di tempat itu (Jalan Persaudaraan, Hantap, Antapani, Kota Bandung) orang tua tidak mau daftar karena kumuh. Coba tempatnya yang layak buat pendidikan, pendaftarnya bisa banyak. Jadi kalau pendaftarnya banyak, masih bisa menerima dana BOS dari pemerintah,” kata Ummy.
![]() |
| Live Painting oleh Kang Diyanto (Foto: Asep GP) |
Hal itu dibenarkan Resna Widyasari Afandi, staf pengajar SLB Karya Bhakti. Makanya dia berharap dengan adanya kegiatan ini, sekolahnya bisa pindah ke tempat yang lingkungannya lebih layak dan muridnya bertambah banyak.
“Saya berterima kasih kepada Bu Ummy dan teman-temannya dari Ika Sadaya Unpad. Semoga dengan acara ini dapat membantu agar sekolah kita bisa pindah, agar mendapat murid, karena kalau kurang muridnya kita tidak akan berkembang dan akhirnya kita tutup. Itu yang sedihnya,” kata Resna waswas.
![]() |
| Lelang lukisan berjudul "Mereka yang terabaikan" karya Diyanto langsung dibeli Nuning Hallet, Ketua Ika Sadaya UNPAD (Foto: Asep GP) |
“Inginnya kita lebih diperhatikan, karena memang kita tuh kekurangan murid dan dana BOS itu tidak cukup untuk dana operasional sekolah, hanya cukup untuk listrik dan gaji guru honorer yang belum PNS (500/bulan),” imbuhnya.
Kata Resna, SLB B Karya Bhakti berdiri tahun 2003. Pendirinya ayahnya sendiri, Dede Afandi, kepala sekolah di SLB ini. Sekarang punya 16 murid: tuna rungu, tuna grahita, ADHD, autis, sindrom, dan tuna daksa, lengkap, hanya tuna netra yang tidak ada. Semua murid berasal dari lingkungan sekitar.
![]() |
| Kakak mendiang Aef Starsky, Supriatna Amiputra (kedua dari kiri) hadir bersama para alumni lainnya.(Foto: Asep GP) |
![]() |
| Foto: Dok. Ika Sadaya |
Resna sendiri di situ merangkap sebagai guru tari karena dasar pendidikannya memang dari Jurusan Seni Tari UPI Bandung (2003). Makanya, setelah lulus kuliah, karena merasa terketuk hatinya dan merasa senang berada di tengah mereka, langsung mengajar di SLB Karya Bhakti hingga kini, bersama Pa Deni (pengurus), Bu Erna, Bu Sevka, Bu Seska, Bu Fitri, Bu Wati, juga Bu Mila, alumni (tuna rungu) SLB Karya Bhakti yang bekerja di bagian TU.
Kata Ketua Ika Sadaya, Nuning Hallet, acara buka bersama dengan SLB Karya Bhakti yang diinisiasi Teh Ummy ini sebenarnya sudah menjadi tradisi dan sudah berjalan kali ke-4. Tapi karena Teh Ummy ingin lebih besar lagi, makanya melibatkan Ika Sadaya Unpad.
![]() |
| Menunggu adzan Magrib (Dok.Ika Sadaya) |
“Tapi sekarang SLB ini mau ditutup karena kekurangan murid. Maka kita berusaha untuk membantunya dengan mengumpulkan dana dari para alumni Ika Sadaya dan teman-teman lainnya, sambil mengajak bergembira dan bersilaturahmi dengan mereka. Biar orang-orang tahu yang diajak acara Ramadan ini bukan hanya anak-anak yatim piatu, tapi ya kali-kali dengan anak-anak SLB,” jelas Nuning.
Selain mengumpulkan dana untuk mereka, guru honorernya juga dikasih THR dan sekolahnya dikasih fasilitas untuk mengajar seperti alat musik dan apa yang dibutuhkan sekolah.
Dalam fundraising (meminta dukungan untuk penggalangan dana) ini, kata Nuning, dana targetnya 25 juta. Alhamdulillah sampai malam itu terus bertambah.
![]() |
| Bernyanyi menghibur teman-teman (Dok.Ika Sadaya) |
“Semoga ini bukan yang terakhir dan tahun depan bisa mengadakan lagi yang lebih besar, mengumpulkan lebih banyak funding untuk kesejahteraan murid dan gurunya,” demikian kata aktivis diaspora dan pakar start-up, alumni Sastra Jepang Unpad 92 yang melanjutkan ke Universitas Indonesia dan State University of New York at Buffalo.
Dia juga mengingatkan para alumni lainnya, jangan hanya senang-senang sendiri, kita harus membangun kepekaan terhadap sekitar yang tidak pernah dilihat dan sering diabaikan.
Kegiatan amal ini pun mendapat apresiasi dari Prof. Muradi yang sengaja datang sekalian silaturahmi dengan senior dan juniornya di Ika Sadaya Unpad, juga memberi kontribusi ke teman-teman disabilitas.
Menurutnya, “Kita harus dorong juga mereka supaya punya sekolahan yang bagus. Artinya memang perlu ada alternatif lain supaya bisa bantu, tapi mungkin tidak bisa penuh. Mungkin kita menstimulasi mereka agar bisa menikmati sekolah sebagaimana mestinya. Ika Unpad Sadaya minimal punya langkah untuk menstimulasi supaya mereka punya shelter, punya pendidikan, cukup makan, dan sebagainya,” katanya.
![]() |
| Dihibur Teh Grace (Alumni Sastra German, Mantan Penyiar Radio Ganesha) Foto: Asep GP |
Negara pun, kata Prof. Muradi, harus hadir di sini. Karena menurut UUD 1945 Pasal 34 ayat (1), fakir miskin dan anak-anak terlantar harus dipelihara negara. Jadi negara harus benar-benar punya kepedulian. Kalau mereka tidak punya tempat harus dicarikan alternatifnya,” tegas aktivis 98 yang kini jadi Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan FISIP Unpad.
Demikian juga dengan Kang Anto (Airiyanto Asa – Sastra Rusia Unpad) dari Komite Etik Ika Sadaya Unpad. Usai “tumben” menyanyi di panggung, ia mengatakan kepada wartawan malam itu merasa senang sekali melihat kepedulian teman-temannya dari Ika Sadaya dan berharap tidak putus sampai di sini. “Ini harus berlanjut!” tegasnya.
Bahkan dia berharap peran teman-temannya lebih luas lagi menjadikan Bandung jadi kota sastra dan budaya yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ika Sadaya harus memperluas kerja sama dengan fakultas lainnya juga dengan pemerintah.
“Saya berharap sekali. Apalagi sekarang ada wali kota, Kang Farhan (alumni Ekonomi Unpad), dan kita tahu beliau sangat peduli terhadap kehidupan masyarakat. Saya berharap ke depannya teman-teman juga bisa berdiskusi kebangsaan dengan Kang Farhan dalam hal penataan kota, terutama daerah-daerah kumuh, dan Ika Sadaya Unpad harus terlibat penuh, harus aktif di dalamnya,” katanya.
![]() |
| Aef Sofyan Aminata (Alm), Sang Konseptor acara Amal. Semoga menjadi ahli Surga. Aamiin. |
Ya, seperti SLB ini, Ika Sadaya harus bisa memfasilitasi kerja sama baik itu dengan Fakultas Psikologi Unpad maupun dengan Ika Psikologi yang ketuanya Kang Arif sangat peduli dengan kemanusiaan, atau bisa juga kolaborasi dengan alumni Fakultas Pertanian membuat usaha pertanian di kota seperti urban farming, buruan sae, apotek hidup, dan sebagainya, memanfaatkan lahan yang ada.
Menurut Anto, masih banyak orang-orang dan komunitas yang perlu dibantu. Dan itu tugas kita sebagai warga negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, amanat bersama yang dicetuskan para pendiri bangsa.
Seperti membantu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Siapa lagi kalau bukan teman-teman yang memang peduli di Bandung. Tadi saya lihat hadir Kang Adang M. Tsauri. Sejak 80-an saya kenal, sampai sekarang beliau masih peduli terhadap masyarakat. Juga Muradi, dia sekarang profesor yang latar belakangnya aktivis yang memang peduli terhadap kondisi masyarakat. Jadi untuk semua alumni Unpad, ada tugas kewajiban kita di poin ke-3 Tri Dharma Perguruan Tinggi—Pengabdian kepada Masyarakat. Jangan dilupakan itu!” Tutup mantan Ketua Senat Sastra dan aktivis mahasiswa pecinta alam, PALAWA Unpad. (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)



















No comments :
Post a Comment