Friday, January 30, 2026
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Acara yang digelar pada Sabtu (24/1) di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur No. 35 Bandung ini adalah salah satu wujud nyata komitmen Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) memberdayakan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kewirausahaan produktif ASN dan para purnabakti alumni UNPAD, menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian finansial.
Seminar ini menghadirkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Menteri Koperasi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Wali Kota Bandung, serta Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNPAD yang diwakili Direktur Kemitraan dan Kerja Sama Alumni, Tomy Perdana.
![]() |
| Menkop Ferry Juliantono hadir di "Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis" IKA UNPAD di Graha Sanusi Hardjadinata UNPAD, Bandung (24/01/2026). (Foto: Asep GP) |
Ketua Steering Committee, Rena Latsmi Puri, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini diprakarsai oleh Center for Strategic and Analysis IKA UNPAD, salah satu badan di bawah kepengurusan IKA UNPAD. Menurut Rena, seminar ini bertujuan membuka wawasan bagi pensiunan ASN dan karyawan menjelang pensiun, membantu mereka menghadapi potensi penurunan penghasilan, sekaligus memberi inspirasi melalui entrepreneurship dan bisnis sebagai jalan menuju kebebasan finansial.
Sesi pembukaan menghadirkan sambutan Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiratmadja, dan Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok kelas menengah, termasuk ASN. Menurutnya, tanpa pemahaman dan perencanaan keuangan yang matang, masa pensiun berpotensi menimbulkan kerentanan finansial.
Sesi pembukaan menghadirkan sambutan Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiratmadja, dan Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok kelas menengah, termasuk ASN. Menurutnya, tanpa pemahaman dan perencanaan keuangan yang matang, masa pensiun berpotensi menimbulkan kerentanan finansial.
![]() |
| Menteri PANRB, Rini Widyantini menjadi keynote speaker dalam "Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis" IKA UNPAD (Foto: Asep GP) |
Untuk itulah ia mengingatkan agar pandai-pandai mengelola tabungan agar tidak boros dan langsung habis, serta bisa memberi warisan finansial bagi generasi berikutnya. Ia menyarankan agar terus produktif walau produktivitas seseorang ada batasnya. Untuk itulah perlu strategi agar tetap bertahan secara ekonomi. “Panjang umur belum tentu produktif. Produktivitas inilah yang mesti kita incar. Kadang-kadang memang kita harus menciptakan kolam-kolam untuk mendapatkan ikan bagi kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Farhan yang juga alumni Fakultas Ekonomi UNPAD berharap “Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis IKA UNPAD” ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.
Farhan yang juga alumni Fakultas Ekonomi UNPAD berharap “Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis IKA UNPAD” ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.
![]() |
| Menteri PANRB, Rini Widyantini, mempersiapkan kegiatan masa purnabakti sejak dini (Foto: Asep GP) |
Keynote speech disampaikan oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, S.H., MPM, yang menegaskan pentingnya persiapan masa purnabakti sejak dini agar ASN tetap produktif dan berdaya guna bagi masyarakat. Masa purnabakti ASN bukanlah fase berhenti berkontribusi, tetapi fase keberlanjutan kontribusi. Masa peralihan peran ini menurutnya harus dipersiapkan secara matang dan terencana. Masih banyak ASN yang memasuki masa pensiun tetapi masih bisa produktif, berpengalaman, serta memiliki jejaring yang kuat, sehingga punya potensi besar untuk berkontribusi dan berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Demikian kata Bu Menteri.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menekankan bahwa kewirausahaan menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional dan perlunya jutaan entrepreneur baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menekankan bahwa kewirausahaan menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional dan perlunya jutaan entrepreneur baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
![]() |
| Menkop, Ferry Juliantono (tengah, berpeci), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi alternatif penciptaan lapangan kerja (Foto: Asep GP) |
Diskusi panel pertama menghadirkan tokoh pemerintahan, sektor keuangan, dan pengusaha. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan kewirausahaan melalui program Tenaga Kerja Mandiri dan Talent Innovation Hub, untuk mendukung pengembangan usaha, peningkatan kapasitas talenta, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Turut hadir Ronny Venir (BNI), Tribuna Phitera Djaja (PT Taspen), Ir. Ellyus Achiruddin, MMA (Preskom PT Triputra Utama Selaras), Agus B. Yanuar (CEO PT Samuel Aset Manajemen), dan Dr. Irfan Aulia Syaiful, M.Psi. (Ketua IKA Psikologi UNPAD) yang membahas akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), program pendampingan wirausaha, strategi membangun usaha berkelanjutan, serta kesiapan mental menghadapi risiko dalam berbisnis.
Sesi kedua menampilkan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menyoroti peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas yang dapat diakses ASN dan masyarakat.
Sesi kedua menampilkan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menyoroti peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas yang dapat diakses ASN dan masyarakat.
![]() |
| Wamen Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor berkenan meninjau stan pameran (Foto: Asep GP) |
Sempitnya lapangan kerja tersebut disebabkan kebanyakan impor mulai dari pertanian, pangan, pakaian, pakaian bekas hingga garam, dan sebagainya. Banyaknya impor tersebut kemudian mematikan industri di dalam negeri dan berimbas terhadap kurangnya penciptaan lapangan kerja dari sektor industri. Akhirnya sekarang banyak kaum Gen Z dan Milenial tidak memiliki pekerjaan formal.
Sedangkan kata Ferry, dalam waktu tidak lama lagi sebagian besar penduduk kita akan didominasi oleh anak muda. Karena memang sekarang jumlah kaum Gen Z 11 juta, Milenial 30 jutaan plus yang masih kuliah/mahasiswa 2–3 tahun ke depan (kaum Gen Z yang 11 juta) bisa jadi 25 juta orang. “Kementerian Koperasi melihat ini menjadi sebuah tantangan, dan ini bisa dilihat sebagai masalah besar. Kalau mereka tidak dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapat pekerjaan, ini akan menimbulkan potensi masalah sosial yang luar biasa. Sekarang di satu sisi data tadi menunjukkan bahwa lapangan kerja formal tidak lagi jadi sandaran. Apalagi dalam situasi sekarang ketika tidak terlalu banyak industri berdiri, kalaupun ada jumlahnya relatif tidak terlalu banyak. Harapannya memang karena tumbuhnya industri itu akan jadi pembukaan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang lebih masif. Akhirnya koperasi menjadi pembicaraan kami di Kementerian Koperasi. Minggu lalu kami mengadakan rapat pimpinan di Kementerian Koperasi dan akhirnya kami memutuskan bahwa jumlah generasi muda Milenial 40 tahun ke bawah, Gen Z 30 tahun ke bawah, dan termasuk juga generasi Alpha yang masih kuliah itu, sekarang menjadi sasaran target dari Kementerian Koperasi,” paparnya.
Sedangkan kata Ferry, dalam waktu tidak lama lagi sebagian besar penduduk kita akan didominasi oleh anak muda. Karena memang sekarang jumlah kaum Gen Z 11 juta, Milenial 30 jutaan plus yang masih kuliah/mahasiswa 2–3 tahun ke depan (kaum Gen Z yang 11 juta) bisa jadi 25 juta orang. “Kementerian Koperasi melihat ini menjadi sebuah tantangan, dan ini bisa dilihat sebagai masalah besar. Kalau mereka tidak dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapat pekerjaan, ini akan menimbulkan potensi masalah sosial yang luar biasa. Sekarang di satu sisi data tadi menunjukkan bahwa lapangan kerja formal tidak lagi jadi sandaran. Apalagi dalam situasi sekarang ketika tidak terlalu banyak industri berdiri, kalaupun ada jumlahnya relatif tidak terlalu banyak. Harapannya memang karena tumbuhnya industri itu akan jadi pembukaan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang lebih masif. Akhirnya koperasi menjadi pembicaraan kami di Kementerian Koperasi. Minggu lalu kami mengadakan rapat pimpinan di Kementerian Koperasi dan akhirnya kami memutuskan bahwa jumlah generasi muda Milenial 40 tahun ke bawah, Gen Z 30 tahun ke bawah, dan termasuk juga generasi Alpha yang masih kuliah itu, sekarang menjadi sasaran target dari Kementerian Koperasi,” paparnya.
![]() |
| Sekjen IKA UNPAD, Yhodhisman Soratha, menyerahkan cenderamata kepada narasumber (Foto: Asep GP) |
Ya, justru yang belum sama sekali disentuh, dieksplor, dan dikembangkan menjadi sebuah alternatif lapangan pekerjaan bagi generasi muda – Milenial, Gen Z, dan Alpha – adalah koperasi. Sejalan dengan itu, Presiden punya program besar untuk program desa dan program Merah Putih. Jadi ini program strategis nasional, akan mendirikan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Menkop Ferry juga melaporkan, dari 80 ribu target program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hari ini pihaknya sudah mendapatkan data tanah yang berhasil diinventarisasi sekitar 44 ribu titik tanah yang siap dibangun. Yang sedang dibangun sekarang ada 27 ribu yang insyaallah katanya bulan Maret–April nanti akan selesai proses pembangunan fisik gudangnya, juga gerai dan transport kapalnya, siap untuk operasional. Pengawasan, pengurus, dan pengelolanya sudah siap termasuk menyiapkan digitalisasinya sebaik mungkin, sehingga nanti di bulan Maret atau paling lambat April, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia sudah siap untuk operasional. Dan insyaallah katanya, di bulan Desember ini 80 ribu seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun dan siap operasional.
Menkop Ferry juga melaporkan, dari 80 ribu target program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hari ini pihaknya sudah mendapatkan data tanah yang berhasil diinventarisasi sekitar 44 ribu titik tanah yang siap dibangun. Yang sedang dibangun sekarang ada 27 ribu yang insyaallah katanya bulan Maret–April nanti akan selesai proses pembangunan fisik gudangnya, juga gerai dan transport kapalnya, siap untuk operasional. Pengawasan, pengurus, dan pengelolanya sudah siap termasuk menyiapkan digitalisasinya sebaik mungkin, sehingga nanti di bulan Maret atau paling lambat April, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia sudah siap untuk operasional. Dan insyaallah katanya, di bulan Desember ini 80 ribu seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun dan siap operasional.
![]() |
| Satu di antara stan (Foto: Asep GP) |
“Harapan Presiden, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bagi kami di Kementerian Koperasi diharapkan bisa menjadi alternatif penciptaan lapangan pekerjaan. Karena nanti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini akan melakukan kegiatan untuk gerai yang akan dikelola secara modern. Penyediaan gerai apotek, benih, pergudangan, aktivitas usaha kerajinan, kuliner, dan sebagainya, diharapkan akan bisa seperti yang diminta Presiden. Akan ada perputaran uang di desa-desa, pertumbuhan ekonomi di desa-desa, dan masyarakat kita khususnya di pedesaan tidak lagi sebagai penerima manfaat, tetapi mereka bisa menjadi subjek atau pelaku ekonomi. Dibuatkan badan usaha, badan usahanya koperasi, dan sarana dibantu dibukakan akses permodalannya. BNI salah satunya nanti diharapkan bisa ikut membimbing para pengawas, pengelola, dan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar betul-betul bisa menjadi alat atau instrumen ekonomi yang ada di desa-desa,” demikian kata Menkop yang juga Ketua Umum IKA UNPAD.
Acara dilanjutkan dengan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, yakni dari Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, untuk memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi di sektor kesehatan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, yakni dari Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, untuk memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi di sektor kesehatan masyarakat.
![]() |
| "Rempeg" (Foto: Asep GP) |
Seminar ini dihadiri 485 peserta luring dan ratusan peserta daring dari berbagai wilayah Indonesia, terdiri dari ASN menjelang purnabakti, pensiunan ASN, serta masyarakat umum. Acara ditutup oleh Wakil Ketua Umum IKA UNPAD, Tumarize Rine, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan program “Mentoring for New Entrepreneur” selama enam bulan untuk mendampingi calon pengusaha baru mengembangkan bisnis.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purnabakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Asep GP) ***
Tatarjabar.com
January 30, 2026
CB Blogger
IndonesiaMelalui rangkaian kegiatan ini, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purnabakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Asep GP) ***
Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis – IKA UNPAD
Posted by
Tatarjabar.com on Friday, January 30, 2026
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Acara yang digelar pada Sabtu (24/1) di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur No. 35 Bandung ini adalah salah satu wujud nyata komitmen Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) memberdayakan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kewirausahaan produktif ASN dan para purnabakti alumni UNPAD, menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian finansial.
Seminar ini menghadirkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Menteri Koperasi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Wali Kota Bandung, serta Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNPAD yang diwakili Direktur Kemitraan dan Kerja Sama Alumni, Tomy Perdana.
![]() |
| Menkop Ferry Juliantono hadir di "Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis" IKA UNPAD di Graha Sanusi Hardjadinata UNPAD, Bandung (24/01/2026). (Foto: Asep GP) |
Ketua Steering Committee, Rena Latsmi Puri, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini diprakarsai oleh Center for Strategic and Analysis IKA UNPAD, salah satu badan di bawah kepengurusan IKA UNPAD. Menurut Rena, seminar ini bertujuan membuka wawasan bagi pensiunan ASN dan karyawan menjelang pensiun, membantu mereka menghadapi potensi penurunan penghasilan, sekaligus memberi inspirasi melalui entrepreneurship dan bisnis sebagai jalan menuju kebebasan finansial.
Sesi pembukaan menghadirkan sambutan Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiratmadja, dan Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok kelas menengah, termasuk ASN. Menurutnya, tanpa pemahaman dan perencanaan keuangan yang matang, masa pensiun berpotensi menimbulkan kerentanan finansial.
Sesi pembukaan menghadirkan sambutan Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiratmadja, dan Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok kelas menengah, termasuk ASN. Menurutnya, tanpa pemahaman dan perencanaan keuangan yang matang, masa pensiun berpotensi menimbulkan kerentanan finansial.
![]() |
| Menteri PANRB, Rini Widyantini menjadi keynote speaker dalam "Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis" IKA UNPAD (Foto: Asep GP) |
Untuk itulah ia mengingatkan agar pandai-pandai mengelola tabungan agar tidak boros dan langsung habis, serta bisa memberi warisan finansial bagi generasi berikutnya. Ia menyarankan agar terus produktif walau produktivitas seseorang ada batasnya. Untuk itulah perlu strategi agar tetap bertahan secara ekonomi. “Panjang umur belum tentu produktif. Produktivitas inilah yang mesti kita incar. Kadang-kadang memang kita harus menciptakan kolam-kolam untuk mendapatkan ikan bagi kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Farhan yang juga alumni Fakultas Ekonomi UNPAD berharap “Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis IKA UNPAD” ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.
Farhan yang juga alumni Fakultas Ekonomi UNPAD berharap “Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis IKA UNPAD” ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.
![]() |
| Menteri PANRB, Rini Widyantini, mempersiapkan kegiatan masa purnabakti sejak dini (Foto: Asep GP) |
Keynote speech disampaikan oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, S.H., MPM, yang menegaskan pentingnya persiapan masa purnabakti sejak dini agar ASN tetap produktif dan berdaya guna bagi masyarakat. Masa purnabakti ASN bukanlah fase berhenti berkontribusi, tetapi fase keberlanjutan kontribusi. Masa peralihan peran ini menurutnya harus dipersiapkan secara matang dan terencana. Masih banyak ASN yang memasuki masa pensiun tetapi masih bisa produktif, berpengalaman, serta memiliki jejaring yang kuat, sehingga punya potensi besar untuk berkontribusi dan berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Demikian kata Bu Menteri.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menekankan bahwa kewirausahaan menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional dan perlunya jutaan entrepreneur baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menekankan bahwa kewirausahaan menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional dan perlunya jutaan entrepreneur baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
![]() |
| Menkop, Ferry Juliantono (tengah, berpeci), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi alternatif penciptaan lapangan kerja (Foto: Asep GP) |
Diskusi panel pertama menghadirkan tokoh pemerintahan, sektor keuangan, dan pengusaha. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan kewirausahaan melalui program Tenaga Kerja Mandiri dan Talent Innovation Hub, untuk mendukung pengembangan usaha, peningkatan kapasitas talenta, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Turut hadir Ronny Venir (BNI), Tribuna Phitera Djaja (PT Taspen), Ir. Ellyus Achiruddin, MMA (Preskom PT Triputra Utama Selaras), Agus B. Yanuar (CEO PT Samuel Aset Manajemen), dan Dr. Irfan Aulia Syaiful, M.Psi. (Ketua IKA Psikologi UNPAD) yang membahas akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), program pendampingan wirausaha, strategi membangun usaha berkelanjutan, serta kesiapan mental menghadapi risiko dalam berbisnis.
Sesi kedua menampilkan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menyoroti peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas yang dapat diakses ASN dan masyarakat.
Sesi kedua menampilkan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menyoroti peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas yang dapat diakses ASN dan masyarakat.
![]() |
| Wamen Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor berkenan meninjau stan pameran (Foto: Asep GP) |
Sempitnya lapangan kerja tersebut disebabkan kebanyakan impor mulai dari pertanian, pangan, pakaian, pakaian bekas hingga garam, dan sebagainya. Banyaknya impor tersebut kemudian mematikan industri di dalam negeri dan berimbas terhadap kurangnya penciptaan lapangan kerja dari sektor industri. Akhirnya sekarang banyak kaum Gen Z dan Milenial tidak memiliki pekerjaan formal.
Sedangkan kata Ferry, dalam waktu tidak lama lagi sebagian besar penduduk kita akan didominasi oleh anak muda. Karena memang sekarang jumlah kaum Gen Z 11 juta, Milenial 30 jutaan plus yang masih kuliah/mahasiswa 2–3 tahun ke depan (kaum Gen Z yang 11 juta) bisa jadi 25 juta orang. “Kementerian Koperasi melihat ini menjadi sebuah tantangan, dan ini bisa dilihat sebagai masalah besar. Kalau mereka tidak dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapat pekerjaan, ini akan menimbulkan potensi masalah sosial yang luar biasa. Sekarang di satu sisi data tadi menunjukkan bahwa lapangan kerja formal tidak lagi jadi sandaran. Apalagi dalam situasi sekarang ketika tidak terlalu banyak industri berdiri, kalaupun ada jumlahnya relatif tidak terlalu banyak. Harapannya memang karena tumbuhnya industri itu akan jadi pembukaan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang lebih masif. Akhirnya koperasi menjadi pembicaraan kami di Kementerian Koperasi. Minggu lalu kami mengadakan rapat pimpinan di Kementerian Koperasi dan akhirnya kami memutuskan bahwa jumlah generasi muda Milenial 40 tahun ke bawah, Gen Z 30 tahun ke bawah, dan termasuk juga generasi Alpha yang masih kuliah itu, sekarang menjadi sasaran target dari Kementerian Koperasi,” paparnya.
Sedangkan kata Ferry, dalam waktu tidak lama lagi sebagian besar penduduk kita akan didominasi oleh anak muda. Karena memang sekarang jumlah kaum Gen Z 11 juta, Milenial 30 jutaan plus yang masih kuliah/mahasiswa 2–3 tahun ke depan (kaum Gen Z yang 11 juta) bisa jadi 25 juta orang. “Kementerian Koperasi melihat ini menjadi sebuah tantangan, dan ini bisa dilihat sebagai masalah besar. Kalau mereka tidak dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapat pekerjaan, ini akan menimbulkan potensi masalah sosial yang luar biasa. Sekarang di satu sisi data tadi menunjukkan bahwa lapangan kerja formal tidak lagi jadi sandaran. Apalagi dalam situasi sekarang ketika tidak terlalu banyak industri berdiri, kalaupun ada jumlahnya relatif tidak terlalu banyak. Harapannya memang karena tumbuhnya industri itu akan jadi pembukaan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang lebih masif. Akhirnya koperasi menjadi pembicaraan kami di Kementerian Koperasi. Minggu lalu kami mengadakan rapat pimpinan di Kementerian Koperasi dan akhirnya kami memutuskan bahwa jumlah generasi muda Milenial 40 tahun ke bawah, Gen Z 30 tahun ke bawah, dan termasuk juga generasi Alpha yang masih kuliah itu, sekarang menjadi sasaran target dari Kementerian Koperasi,” paparnya.
![]() |
| Sekjen IKA UNPAD, Yhodhisman Soratha, menyerahkan cenderamata kepada narasumber (Foto: Asep GP) |
Ya, justru yang belum sama sekali disentuh, dieksplor, dan dikembangkan menjadi sebuah alternatif lapangan pekerjaan bagi generasi muda – Milenial, Gen Z, dan Alpha – adalah koperasi. Sejalan dengan itu, Presiden punya program besar untuk program desa dan program Merah Putih. Jadi ini program strategis nasional, akan mendirikan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Menkop Ferry juga melaporkan, dari 80 ribu target program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hari ini pihaknya sudah mendapatkan data tanah yang berhasil diinventarisasi sekitar 44 ribu titik tanah yang siap dibangun. Yang sedang dibangun sekarang ada 27 ribu yang insyaallah katanya bulan Maret–April nanti akan selesai proses pembangunan fisik gudangnya, juga gerai dan transport kapalnya, siap untuk operasional. Pengawasan, pengurus, dan pengelolanya sudah siap termasuk menyiapkan digitalisasinya sebaik mungkin, sehingga nanti di bulan Maret atau paling lambat April, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia sudah siap untuk operasional. Dan insyaallah katanya, di bulan Desember ini 80 ribu seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun dan siap operasional.
Menkop Ferry juga melaporkan, dari 80 ribu target program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hari ini pihaknya sudah mendapatkan data tanah yang berhasil diinventarisasi sekitar 44 ribu titik tanah yang siap dibangun. Yang sedang dibangun sekarang ada 27 ribu yang insyaallah katanya bulan Maret–April nanti akan selesai proses pembangunan fisik gudangnya, juga gerai dan transport kapalnya, siap untuk operasional. Pengawasan, pengurus, dan pengelolanya sudah siap termasuk menyiapkan digitalisasinya sebaik mungkin, sehingga nanti di bulan Maret atau paling lambat April, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia sudah siap untuk operasional. Dan insyaallah katanya, di bulan Desember ini 80 ribu seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun dan siap operasional.
![]() |
| Satu di antara stan (Foto: Asep GP) |
“Harapan Presiden, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bagi kami di Kementerian Koperasi diharapkan bisa menjadi alternatif penciptaan lapangan pekerjaan. Karena nanti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini akan melakukan kegiatan untuk gerai yang akan dikelola secara modern. Penyediaan gerai apotek, benih, pergudangan, aktivitas usaha kerajinan, kuliner, dan sebagainya, diharapkan akan bisa seperti yang diminta Presiden. Akan ada perputaran uang di desa-desa, pertumbuhan ekonomi di desa-desa, dan masyarakat kita khususnya di pedesaan tidak lagi sebagai penerima manfaat, tetapi mereka bisa menjadi subjek atau pelaku ekonomi. Dibuatkan badan usaha, badan usahanya koperasi, dan sarana dibantu dibukakan akses permodalannya. BNI salah satunya nanti diharapkan bisa ikut membimbing para pengawas, pengelola, dan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar betul-betul bisa menjadi alat atau instrumen ekonomi yang ada di desa-desa,” demikian kata Menkop yang juga Ketua Umum IKA UNPAD.
Acara dilanjutkan dengan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, yakni dari Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, untuk memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi di sektor kesehatan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, yakni dari Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, untuk memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi di sektor kesehatan masyarakat.
![]() |
| "Rempeg" (Foto: Asep GP) |
Seminar ini dihadiri 485 peserta luring dan ratusan peserta daring dari berbagai wilayah Indonesia, terdiri dari ASN menjelang purnabakti, pensiunan ASN, serta masyarakat umum. Acara ditutup oleh Wakil Ketua Umum IKA UNPAD, Tumarize Rine, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan program “Mentoring for New Entrepreneur” selama enam bulan untuk mendampingi calon pengusaha baru mengembangkan bisnis.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purnabakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Asep GP) ***
Melalui rangkaian kegiatan ini, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purnabakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Asep GP) ***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
.jpeg)














No comments :
Post a Comment