Home
» Pendidikan
» Ronaldo Ruzali Angkat Makna Natal Lewat Drama Musikal Cahaya Hati, Nyalakan Harapan dan Kepedulian
Saturday, January 31, 2026
![]() |
| All Talent Drama Musikal Natal “Cahaya Hati” Sekolah Santo Aloysius Bandung |
Sutradara Ronaldo Ruzali mengangkat makna Natal melalui Drama Musikal Natal "Cahaya Hati" bertajuk "Menyalakan Kepedulian di Tengah Kegelapan Hati", yang diproduksi oleh Sekolah Santo Aloysius Bandung. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Aula Henricus, Sekolah Santo Aloysius Bandung, Jalan Sultan Agung No. 4, Kota Bandung.
Drama musikal ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna Natal di tengah kehidupan modern yang semakin dipenuhi kesibukan, individualisme, dan ketergantungan pada dunia digital. Mengusung semangat menyalakan harapan dan menggerakkan kepedulian, Cahaya Hati hadir sebagai ruang refleksi sekaligus ajakan untuk membangkitkan nilai kasih, empati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui tema besar "Menyalakan Kepedulian di Tengah Kegelapan Hati", Cahaya Hati memaknai Natal bukan hanya sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum kebangkitan rohani. Cahaya Hati melambangkan terang kebaikan dan kasih Kristus yang datang dari Timur—simbol harapan baru, awal kehidupan, dan kebangkitan. Kisah ini menggambarkan kondisi masyarakat yang terjebak dalam kegelapan batin, sekaligus menghadirkan harapan melalui tindakan-tindakan sederhana yang lahir dari ketulusan.
Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, Dr. Sherly Iliana, Ir., M.M., menyampaikan bahwa Cahaya Hati tidak sekadar menjadi sebuah pertunjukan seni: “Cahaya Hati bukan sekadar sebuah pertunjukan seni, melainkan sebuah ruang hening, ruang di mana cahaya tidak datang dari lampu panggung, tetapi dari hati yang mau mendengar dan merasakan. Terang sejati tidak selalu lahir dari kegembiraan, tetapi sering tumbuh dari kehilangan, luka, dan keheningan yang mengajak manusia bertanya tentang makna hidup yang sesungguhnya,” ujarnya.
“Drama musikal ini melibatkan kolaborasi berbagai bidang seni yang dipersembahkan oleh para siswa Sekolah Santo Aloysius Bandung, meliputi seni teater, tari, musik, paduan suara, angklung, serta marching band. Perpaduan unsur-unsur seni tersebut menjadi medium penyampaian pesan kasih, persatuan, dan kepedulian secara kreatif dan menyentuh,” jelas Ronaldo Ruzali.
Melalui karya ini, Sekolah Santo Aloysius Bandung menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis seni dan nilai kemanusiaan. Drama Musikal Natal Cahaya Hati diharapkan dapat menginspirasi masyarakat bahwa setiap individu memiliki peran untuk menjadi terang bagi sesama dan lingkungannya.
Sebagai sutradara dan salah satu koreografer Drama Musikal Natal "Cahaya Hati", Ronaldo Ruzali menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah ajakan untuk merenung, bangkit, dan menyalakan harapan serta menggerakkan kepedulian melalui aksi nyata yang penuh makna dan iman, dalam balutan panggung yang spektakuler.
Pada kesempatan ini, Ronaldo Ruzali juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, panitia pagelaran drama musikal Cahaya Hati, Ibu dan Bapak guru, para pelatih dan pendamping, serta seluruh siswa yang terlibat. Berkat semangat berproses, dedikasi, ketulusan, dan kerja sama yang penuh kasih, karya ini dapat terwujud dan menjadi berkat bagi banyak hati.
“Terima kasih untuk semuanya, Ad Maiora Natus Sum,” pungkas Sarjana Seni lulusan Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung (2018). Ronaldo juga pada tahun 2022 menjabat sebagai Ketua Komite Seni Tari Dewan Kesenian Kota Bandung (DKKB) dan hingga kini masih tergabung di dalamnya. (Asep GP)***
Tatarjabar.com
January 31, 2026
CB Blogger
IndonesiaSebagai sutradara dan salah satu koreografer Drama Musikal Natal "Cahaya Hati", Ronaldo Ruzali menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah ajakan untuk merenung, bangkit, dan menyalakan harapan serta menggerakkan kepedulian melalui aksi nyata yang penuh makna dan iman, dalam balutan panggung yang spektakuler.
Pada kesempatan ini, Ronaldo Ruzali juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, panitia pagelaran drama musikal Cahaya Hati, Ibu dan Bapak guru, para pelatih dan pendamping, serta seluruh siswa yang terlibat. Berkat semangat berproses, dedikasi, ketulusan, dan kerja sama yang penuh kasih, karya ini dapat terwujud dan menjadi berkat bagi banyak hati.
“Terima kasih untuk semuanya, Ad Maiora Natus Sum,” pungkas Sarjana Seni lulusan Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung (2018). Ronaldo juga pada tahun 2022 menjabat sebagai Ketua Komite Seni Tari Dewan Kesenian Kota Bandung (DKKB) dan hingga kini masih tergabung di dalamnya. (Asep GP)***
Ronaldo Ruzali Angkat Makna Natal Lewat Drama Musikal Cahaya Hati, Nyalakan Harapan dan Kepedulian
Posted by
Tatarjabar.com on Saturday, January 31, 2026
![]() |
| All Talent Drama Musikal Natal “Cahaya Hati” Sekolah Santo Aloysius Bandung |
Sutradara Ronaldo Ruzali mengangkat makna Natal melalui Drama Musikal Natal "Cahaya Hati" bertajuk "Menyalakan Kepedulian di Tengah Kegelapan Hati", yang diproduksi oleh Sekolah Santo Aloysius Bandung. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Aula Henricus, Sekolah Santo Aloysius Bandung, Jalan Sultan Agung No. 4, Kota Bandung.
Drama musikal ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna Natal di tengah kehidupan modern yang semakin dipenuhi kesibukan, individualisme, dan ketergantungan pada dunia digital. Mengusung semangat menyalakan harapan dan menggerakkan kepedulian, Cahaya Hati hadir sebagai ruang refleksi sekaligus ajakan untuk membangkitkan nilai kasih, empati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui tema besar "Menyalakan Kepedulian di Tengah Kegelapan Hati", Cahaya Hati memaknai Natal bukan hanya sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum kebangkitan rohani. Cahaya Hati melambangkan terang kebaikan dan kasih Kristus yang datang dari Timur—simbol harapan baru, awal kehidupan, dan kebangkitan. Kisah ini menggambarkan kondisi masyarakat yang terjebak dalam kegelapan batin, sekaligus menghadirkan harapan melalui tindakan-tindakan sederhana yang lahir dari ketulusan.
Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, Dr. Sherly Iliana, Ir., M.M., menyampaikan bahwa Cahaya Hati tidak sekadar menjadi sebuah pertunjukan seni: “Cahaya Hati bukan sekadar sebuah pertunjukan seni, melainkan sebuah ruang hening, ruang di mana cahaya tidak datang dari lampu panggung, tetapi dari hati yang mau mendengar dan merasakan. Terang sejati tidak selalu lahir dari kegembiraan, tetapi sering tumbuh dari kehilangan, luka, dan keheningan yang mengajak manusia bertanya tentang makna hidup yang sesungguhnya,” ujarnya.
“Drama musikal ini melibatkan kolaborasi berbagai bidang seni yang dipersembahkan oleh para siswa Sekolah Santo Aloysius Bandung, meliputi seni teater, tari, musik, paduan suara, angklung, serta marching band. Perpaduan unsur-unsur seni tersebut menjadi medium penyampaian pesan kasih, persatuan, dan kepedulian secara kreatif dan menyentuh,” jelas Ronaldo Ruzali.
Melalui karya ini, Sekolah Santo Aloysius Bandung menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis seni dan nilai kemanusiaan. Drama Musikal Natal Cahaya Hati diharapkan dapat menginspirasi masyarakat bahwa setiap individu memiliki peran untuk menjadi terang bagi sesama dan lingkungannya.
Sebagai sutradara dan salah satu koreografer Drama Musikal Natal "Cahaya Hati", Ronaldo Ruzali menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah ajakan untuk merenung, bangkit, dan menyalakan harapan serta menggerakkan kepedulian melalui aksi nyata yang penuh makna dan iman, dalam balutan panggung yang spektakuler.
Pada kesempatan ini, Ronaldo Ruzali juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, panitia pagelaran drama musikal Cahaya Hati, Ibu dan Bapak guru, para pelatih dan pendamping, serta seluruh siswa yang terlibat. Berkat semangat berproses, dedikasi, ketulusan, dan kerja sama yang penuh kasih, karya ini dapat terwujud dan menjadi berkat bagi banyak hati.
“Terima kasih untuk semuanya, Ad Maiora Natus Sum,” pungkas Sarjana Seni lulusan Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung (2018). Ronaldo juga pada tahun 2022 menjabat sebagai Ketua Komite Seni Tari Dewan Kesenian Kota Bandung (DKKB) dan hingga kini masih tergabung di dalamnya. (Asep GP)***
Sebagai sutradara dan salah satu koreografer Drama Musikal Natal "Cahaya Hati", Ronaldo Ruzali menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah ajakan untuk merenung, bangkit, dan menyalakan harapan serta menggerakkan kepedulian melalui aksi nyata yang penuh makna dan iman, dalam balutan panggung yang spektakuler.
Pada kesempatan ini, Ronaldo Ruzali juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, panitia pagelaran drama musikal Cahaya Hati, Ibu dan Bapak guru, para pelatih dan pendamping, serta seluruh siswa yang terlibat. Berkat semangat berproses, dedikasi, ketulusan, dan kerja sama yang penuh kasih, karya ini dapat terwujud dan menjadi berkat bagi banyak hati.
“Terima kasih untuk semuanya, Ad Maiora Natus Sum,” pungkas Sarjana Seni lulusan Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung (2018). Ronaldo juga pada tahun 2022 menjabat sebagai Ketua Komite Seni Tari Dewan Kesenian Kota Bandung (DKKB) dan hingga kini masih tergabung di dalamnya. (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)








No comments :
Post a Comment