Home
» Seni Budaya
» Dadang Hermansyah, S.E., AK., M.M., CA., CLA., Resmi Jadi Ketum DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030
Tuesday, January 20, 2026
Acara pelantikan berlangsung pada Sabtu, (17/1/2026), di Gedung Pusat Kebudayaan Jl. Naripan No. 7–9, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., Danpusenif Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., Wadan Pusenif Mayjen TNI Tantan Ardianto, S.I.P., Irjen Polisi Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. (mewakili Kapolda Jabar), Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa Karya Guna, Ketua Dispora Jabar Dr. Hery Antasari, S.T., M.Dep., Plg. (mewakili Gubernur Jabar), Haji Umuh Muchtar (Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat), Dadang Naser (Anggota DPR RI – Golkar), Andri P. Kantaprawira (Presiden Gerpis – Panata Gawe Majelis Musyawarah Sunda), Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Rully Alfiady, Gending Raspuji (Inohong Pencak Silat), Ahmad Tantowi (PPSI Cirebon), Sekum DPW PPSI Jawa Barat Deden Dinar Mukti, serta jajaran pengurus DPP, DPW, DPD, maestro, sesepuh paguron, dan tamu undangan lainnya.
Pelantikan Ketua DPW PPSI Jawa Barat beserta jajaran pengurus periode 2025–2030 langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika, disaksikan Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih.
![]() |
| Ketua Dadang Hermansyah (tengah) beserta jajaran pengurus PPSI DPW Jabar Periode 2025–2030 siap memajukan pencak silat Jawa Barat (Foto Asep GP) |
Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika dalam sambutannya menjelaskan sejarah PPSI ini lahir tahun 1957 berkat jasa R.A. Kosasih (Teritorial VI). Ketua PPSI yang pertama dijabat Kolonel CPM Harun dari unsur Kodam dan Denpom. Jadi, PPSI dilahirkan oleh Kodam dan Denpom. Ketika itu hampir semua anggota Kodam–Denpom merupakan anggota PPSI, dan PPSI dibentuk untuk mempersatukan para pendekar dan jawara demi membela kedaulatan negara dan memberantas DI/TII.
Pada masa sekarang pun Galih merasa reugreug (tenang) karena PPSI Jabar tetap patareman, tidak putus hubungan, dan bersinergi dengan TNI. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan yang mendukung kegiatan tersebut, ditambah dengan Dadang Hermansyah sebagai pimpinan DPW PPSI Jawa Barat.
Galih juga mengingatkan berdirinya pencak silat di Jawa Barat, sejarahnya tak bisa dilepaskan dari nama Raden Ema Bratakusumah, yang kala itu bersama para jawara mendirikan “Beungkeut Pakuan”. Oleh karena itu, Galih berharap DPRD, Disparbud, dan instansi terkait mendorong penetapan Raden Ema Bratakusumah yang juga dikenal sebagai pendiri Kebon Binatang Bandung, inohong/tokoh Sunda, dan tokoh pejuang pergerakan nasional ini, ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.
![]() |
| Pangdam Siliwangi Mayjen Kosasih, sebuah organisasi sejatinya harus membawa kemaslahatan bagi semua orang (Foto Asep GP) |
Sementara itu, Danpusenif Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan berpesan kepada Ketua DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030 Dadang Hermansyah agar menjaga amanah dengan baik. Pihaknya juga sangat mendukung kepemimpinan Dadang dan mempersilakan PPSI untuk memakai gedung Pusenif untuk dipakai berlatih, turnamen, dan kegiatan lainnya.
Iwan juga menjelaskan tentang berdirinya PPSI pada tanggal 17 Agustus 1957, dengan tujuan untuk mempersatukan para pesilat di seluruh Indonesia demi menjaga dari rongrongan DI/TII. Kala itu para jawara dan tokoh pemuda yang mempunyai keahlian silat dipersatukan untuk menjaga keutuhan NKRI. Sekarang PPSI telah berusia 68 tahun.
Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dalam sambutannya berpesan, “Sebuah organisasi sejatinya bisa membawa kemaslahatan bagi rakyat yang kita pimpin, bagi organisasi yang kita pimpin, bagi anggota, dan seluruh masyarakat di wilayahnya. Makanya, seperti tadi sudah dikatakan oleh Pak Iwan, silat, salat, dan Siliwangi tidak bisa dipisahkan. Artinya, bangsa dan negara ini dibentengi oleh silat dan salat. Semoga ke depan PPSI semakin kokoh, maju, dan berprestasi,” tegas Panglima Siliwangi yang nyantri ini.
![]() |
| Ketua DPP PPSI, Galih Santika, sedang melantik jajaran pengurus DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030 (Foto Asep GP) |
Tentu saja Ketua DPW PPSI Jawa Barat Dadang Hermansyah sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan kehadiran Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan, Ketua DPRD Jawa Barat, Umuh Muchtar, serta para maestro dan inohong pencak silat lainnya. “Ini momentum bersejarah yang luar biasa yang jadi penyemangat bagi PPSI Jawa Barat,” katanya haru.
Dadang juga berharap implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bisa dikuatkan lagi melalui Perda Provinsi demi memperkokoh jati diri bangsa.
Hal ini langsung direspons oleh Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa yang menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sedang dalam proses membuat Perda Pemajuan Kebudayaan, turunan dari UU Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu dalam 10 objek pemajuan kebudayaan di dalamnya ada seni dan olahraga tradisional. Untuk itu, pansus bakal menemui PPSI untuk meminta saran dan informasi, untuk menyempurnakan isi dari Perda Pemajuan Kebudayaan,” tandasnya.
Dadang juga berharap implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bisa dikuatkan lagi melalui Perda Provinsi demi memperkokoh jati diri bangsa.
Hal ini langsung direspons oleh Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa yang menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sedang dalam proses membuat Perda Pemajuan Kebudayaan, turunan dari UU Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu dalam 10 objek pemajuan kebudayaan di dalamnya ada seni dan olahraga tradisional. Untuk itu, pansus bakal menemui PPSI untuk meminta saran dan informasi, untuk menyempurnakan isi dari Perda Pemajuan Kebudayaan,” tandasnya.
![]() |
| Para inohong yang hadir, rempeg (Foto Asep GP) |
Bucky juga mengabarkan pencak silat sudah mendapat pengakuan dari UNESCO, demikian juga dengan silat Malaysia. Hanya bedanya, silat Malaysia lebih menekankan aspek bela diri, sedangkan pencak silat Indonesia lebih luas lagi, yaitu pencak silat sebagai warisan budaya yang menyatu dengan sistem sosial budaya masyarakatnya.
Tapi pengakuan tersebut, kata Bucky, sewaktu-waktu akan hilang dicabut lagi oleh UNESCO kalau kita tidak bisa menjaga, memelihara, mewariskan, dan mempromosikannya.
“Oleh karena itu, PPSI menurut saya memang harus menjadi garda terdepan untuk menjaga pengakuan dari UNESCO ini. Karena UNESCO juga mengisyaratkan bahwa warisan budaya tak benda yang sudah mendapat pengakuan UNESCO harus memenuhi aspek-aspek paling tidak terjaga, terpelihara, teregenerasikan, dan terpromosikan. Jadi, kalau empat aspek itu hilang, bisa saja di suatu saat pengakuan itu dicabut lagi oleh UNESCO,” kata Bucky mengingatkan.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Jadi, kata Bucky, dengan adanya PPSI ini, insyaallah pencak silat dari Indonesia akan tetap lestari dan berkembang, teregenerasikan, dan terpromosikan.
Ketua DPRD Jabar juga bercerita, pada masa Gubernur Ridwan Kamil dirinya pernah mengajukan berdirinya “Kampung Penca” di Jatinangor–Sumedang. Tapi setelah disediakan lahan 6–8 hektare dan sudah berdiri, ternyata tempat tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya sebagai etalase salah satu produk warisan Jabar. Sebuah kampung silat yang bisa menciptakan satu ekosistem kehidupan penca Jabar yang tidak hanya untuk belajar bela diri saja, tetapi juga menciptakan ekosistem perekonomian. Ada yang membuat berbagai macam iket, baju pangsi, bedog/golok, kendang, tarompet, hingga nantinya bisa mengundang turis untuk menyaksikan the living of Sundanese culture melalui pencak silat.
“Tapi setelah jadi, saya menyaksikan gedungnya kok mirip saung. Ada juga gedung yang dipersiapkan seperti untuk turnamen. Terus namanya juga bukan ‘Kampung Penca’, tapi Pusat Penca Silat,” kata Bucky terheran-heran saat itu.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Tapi kakaknya lady rocker ternama Nicky Astria ini tak patah arang. Ia berniat ingin terus memajukan warisan budaya karuhun Sunda ini. Kini dirinya meminta dukungan pemerintah untuk menghidupkan kembali paguron-paguron atau sanggar penca di Jawa Barat.
“Jadi sanggar-sanggar penca harus didukung pemerintah agar jadi museum-museum hidup yang terus berproses setiap hari. Sekarang saya juga punten minta dukungan gubernur dan Kadispora agar setiap paguron penca dan para maestronya digaji oleh pemerintah. Itu kan tidak besar, gajinya sama dengan guru sekolah saja. Jadi para maestro bisa fokus menjalankan tugasnya mentransformasikan nilai-nilai budaya penca kepada generasi muda. Tidak memikirkan lagi kebutuhan dapur dan mencari nafkah ke mana-mana, tapi ditugaskan negara hanya mengajar penca,” kata Bucky serius.
Mewakili Gubernur Jawa Barat, Ketua Dispora Jabar Dr. Hery Antasari menyampaikan pesan Gubernur KDM agar kita semua menjaga pencak silat sebagai warisan budaya leluhur Sunda yang memperkaya budaya bangsa. Silat juga bukan hanya urusan teknik saja, tetapi juga tentang akhlak, disiplin, dan karakter.
Gubernur KDM juga mengingatkan orang Sunda itu terbanyak di Indonesia (sekitar 50 juta orang), tapi kenapa banyak yang berdiri di belakang layar, low profile, someah hade ka semah, mangga ti payun we. Kalah dengan saudara-saudaranya dari provinsi lain yang lebih sedikit jumlah penduduknya, tetapi bicaranya vokal, sehingga terlihat pintar dan banyak berkiprah dalam berbagai bidang pemerintahan. Oleh karena itu, orang Sunda harus mengubah mindset (pola pikir) dan karakternya agar diperhatikan oleh semua orang.
Dengan adanya PPSI ini, gubernur juga berharap generasi muda sekarang yang didominasi 60–70 persen Gen Z, milenial muda, dan Generasi Alpha yang anteng dengan media sosial, bisa berbelok lagi karakter dan mindset-nya, kembali menjadi baik lagi, tahu etika, dan sopan santun.
“Wilujeng, semoga dengan kepemimpinan baru ini bisa melahirkan silaturahmi yang lebih baik di antara perguruan dan insan pencak silat di Jawa Barat, sauyunan, sabobot sapihanean, sabata sarimbagan—kebersamaan, kepaduan, dan kekompakan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Ucapan selamat juga datang dari Ahmad Tantowi, Ketua PPSI di Kecamatan Mundu dan aktif di Kotamadya Cirebon. Pendekar Cirebon yang akrab disapa Pak Pitanto ini merasa sangat bahagia menyaksikan PPSI sudah tersebar ke seluruh Nusantara. PPSI Cirebon pun, kata Pitanto, sudah dibentuk dan berkembang, aktif membina regenerasi dari mulai anak kecil, remaja, hingga dewasa.
Menurut Pitanto, di Kota Madya Cirebon ada 800 pesilat dari 8–9 perguruan dan sedang dikembangkan juga di Kabupaten Cirebon.
Pa Pitanto pun berharap PPSI lebih berjaya, berhasil, dan jauh lebih maju dari sebelumnya. “Insyaallah ini jajaran pengurusnya para generasi muda dan pemimpinnya masih muda,” katanya sambil berlalu bersama keluarganya, kembali ke Kota Udang.
Usai dilantik, didampingi sekum beserta jajarannya, Dadang Hermansyah kepada wartawan mengatakan rasa optimisnya. Dengan kebersamaan, pencak silat Jawa Barat bisa dimajukan dan organisasi pelestari warisan luhung karuhun Sunda ini dapat dikembangkan dengan membawa kemaslahatan bagi para anggota dan seluruh masyarakat.
Tanda-tandanya sudah kelihatan, seperti dikatakan Pangdam Siliwangi. Kebetulan PPSI dideklarasikan secara resmi tahun 1957 (perencanaannya 1920–1922) oleh Pangdam Siliwangi ke-7 R.A. Kosasih. Kebetulan sekarang pun Dadang dilantik sebagai Ketua DPW PPSI Jabar ke-7 oleh Pangdam Siliwangi ke-47 yang juga bernama Kosasih. “Semoga angka tujuh ini menjadi tonggak sejarah, pertanda baik, PPSI kembali ditemukan oleh bapaknya,” harapnya.
Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030 dimeriahkan juga dengan pertunjukan pencak silat oleh anggota PPSI Jawa Barat, MC kondang Joe Project P, Ki Daus, serta dihadiri 27 DPD PPSI kabupaten/kota se-Jawa Barat. (Asep GP)***
Dadang Hermansyah, S.E., AK., M.M., CA., CLA., Resmi Jadi Ketum DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030
Posted by
Tatarjabar.com on Tuesday, January 20, 2026
Acara pelantikan berlangsung pada Sabtu, (17/1/2026), di Gedung Pusat Kebudayaan Jl. Naripan No. 7–9, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., Danpusenif Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., Wadan Pusenif Mayjen TNI Tantan Ardianto, S.I.P., Irjen Polisi Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. (mewakili Kapolda Jabar), Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa Karya Guna, Ketua Dispora Jabar Dr. Hery Antasari, S.T., M.Dep., Plg. (mewakili Gubernur Jabar), Haji Umuh Muchtar (Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat), Dadang Naser (Anggota DPR RI – Golkar), Andri P. Kantaprawira (Presiden Gerpis – Panata Gawe Majelis Musyawarah Sunda), Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Rully Alfiady, Gending Raspuji (Inohong Pencak Silat), Ahmad Tantowi (PPSI Cirebon), Sekum DPW PPSI Jawa Barat Deden Dinar Mukti, serta jajaran pengurus DPP, DPW, DPD, maestro, sesepuh paguron, dan tamu undangan lainnya.
Pelantikan Ketua DPW PPSI Jawa Barat beserta jajaran pengurus periode 2025–2030 langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika, disaksikan Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih.
![]() |
| Ketua Dadang Hermansyah (tengah) beserta jajaran pengurus PPSI DPW Jabar Periode 2025–2030 siap memajukan pencak silat Jawa Barat (Foto Asep GP) |
Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika dalam sambutannya menjelaskan sejarah PPSI ini lahir tahun 1957 berkat jasa R.A. Kosasih (Teritorial VI). Ketua PPSI yang pertama dijabat Kolonel CPM Harun dari unsur Kodam dan Denpom. Jadi, PPSI dilahirkan oleh Kodam dan Denpom. Ketika itu hampir semua anggota Kodam–Denpom merupakan anggota PPSI, dan PPSI dibentuk untuk mempersatukan para pendekar dan jawara demi membela kedaulatan negara dan memberantas DI/TII.
Pada masa sekarang pun Galih merasa reugreug (tenang) karena PPSI Jabar tetap patareman, tidak putus hubungan, dan bersinergi dengan TNI. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan yang mendukung kegiatan tersebut, ditambah dengan Dadang Hermansyah sebagai pimpinan DPW PPSI Jawa Barat.
Galih juga mengingatkan berdirinya pencak silat di Jawa Barat, sejarahnya tak bisa dilepaskan dari nama Raden Ema Bratakusumah, yang kala itu bersama para jawara mendirikan “Beungkeut Pakuan”. Oleh karena itu, Galih berharap DPRD, Disparbud, dan instansi terkait mendorong penetapan Raden Ema Bratakusumah yang juga dikenal sebagai pendiri Kebon Binatang Bandung, inohong/tokoh Sunda, dan tokoh pejuang pergerakan nasional ini, ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.
![]() |
| Pangdam Siliwangi Mayjen Kosasih, sebuah organisasi sejatinya harus membawa kemaslahatan bagi semua orang (Foto Asep GP) |
Sementara itu, Danpusenif Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan berpesan kepada Ketua DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030 Dadang Hermansyah agar menjaga amanah dengan baik. Pihaknya juga sangat mendukung kepemimpinan Dadang dan mempersilakan PPSI untuk memakai gedung Pusenif untuk dipakai berlatih, turnamen, dan kegiatan lainnya.
Iwan juga menjelaskan tentang berdirinya PPSI pada tanggal 17 Agustus 1957, dengan tujuan untuk mempersatukan para pesilat di seluruh Indonesia demi menjaga dari rongrongan DI/TII. Kala itu para jawara dan tokoh pemuda yang mempunyai keahlian silat dipersatukan untuk menjaga keutuhan NKRI. Sekarang PPSI telah berusia 68 tahun.
Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dalam sambutannya berpesan, “Sebuah organisasi sejatinya bisa membawa kemaslahatan bagi rakyat yang kita pimpin, bagi organisasi yang kita pimpin, bagi anggota, dan seluruh masyarakat di wilayahnya. Makanya, seperti tadi sudah dikatakan oleh Pak Iwan, silat, salat, dan Siliwangi tidak bisa dipisahkan. Artinya, bangsa dan negara ini dibentengi oleh silat dan salat. Semoga ke depan PPSI semakin kokoh, maju, dan berprestasi,” tegas Panglima Siliwangi yang nyantri ini.
![]() |
| Ketua DPP PPSI, Galih Santika, sedang melantik jajaran pengurus DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030 (Foto Asep GP) |
Tentu saja Ketua DPW PPSI Jawa Barat Dadang Hermansyah sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan kehadiran Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan, Ketua DPRD Jawa Barat, Umuh Muchtar, serta para maestro dan inohong pencak silat lainnya. “Ini momentum bersejarah yang luar biasa yang jadi penyemangat bagi PPSI Jawa Barat,” katanya haru.
Dadang juga berharap implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bisa dikuatkan lagi melalui Perda Provinsi demi memperkokoh jati diri bangsa.
Hal ini langsung direspons oleh Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa yang menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sedang dalam proses membuat Perda Pemajuan Kebudayaan, turunan dari UU Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu dalam 10 objek pemajuan kebudayaan di dalamnya ada seni dan olahraga tradisional. Untuk itu, pansus bakal menemui PPSI untuk meminta saran dan informasi, untuk menyempurnakan isi dari Perda Pemajuan Kebudayaan,” tandasnya.
Dadang juga berharap implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bisa dikuatkan lagi melalui Perda Provinsi demi memperkokoh jati diri bangsa.
Hal ini langsung direspons oleh Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa yang menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sedang dalam proses membuat Perda Pemajuan Kebudayaan, turunan dari UU Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu dalam 10 objek pemajuan kebudayaan di dalamnya ada seni dan olahraga tradisional. Untuk itu, pansus bakal menemui PPSI untuk meminta saran dan informasi, untuk menyempurnakan isi dari Perda Pemajuan Kebudayaan,” tandasnya.
![]() |
| Para inohong yang hadir, rempeg (Foto Asep GP) |
Bucky juga mengabarkan pencak silat sudah mendapat pengakuan dari UNESCO, demikian juga dengan silat Malaysia. Hanya bedanya, silat Malaysia lebih menekankan aspek bela diri, sedangkan pencak silat Indonesia lebih luas lagi, yaitu pencak silat sebagai warisan budaya yang menyatu dengan sistem sosial budaya masyarakatnya.
Tapi pengakuan tersebut, kata Bucky, sewaktu-waktu akan hilang dicabut lagi oleh UNESCO kalau kita tidak bisa menjaga, memelihara, mewariskan, dan mempromosikannya.
“Oleh karena itu, PPSI menurut saya memang harus menjadi garda terdepan untuk menjaga pengakuan dari UNESCO ini. Karena UNESCO juga mengisyaratkan bahwa warisan budaya tak benda yang sudah mendapat pengakuan UNESCO harus memenuhi aspek-aspek paling tidak terjaga, terpelihara, teregenerasikan, dan terpromosikan. Jadi, kalau empat aspek itu hilang, bisa saja di suatu saat pengakuan itu dicabut lagi oleh UNESCO,” kata Bucky mengingatkan.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Jadi, kata Bucky, dengan adanya PPSI ini, insyaallah pencak silat dari Indonesia akan tetap lestari dan berkembang, teregenerasikan, dan terpromosikan.
Ketua DPRD Jabar juga bercerita, pada masa Gubernur Ridwan Kamil dirinya pernah mengajukan berdirinya “Kampung Penca” di Jatinangor–Sumedang. Tapi setelah disediakan lahan 6–8 hektare dan sudah berdiri, ternyata tempat tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya sebagai etalase salah satu produk warisan Jabar. Sebuah kampung silat yang bisa menciptakan satu ekosistem kehidupan penca Jabar yang tidak hanya untuk belajar bela diri saja, tetapi juga menciptakan ekosistem perekonomian. Ada yang membuat berbagai macam iket, baju pangsi, bedog/golok, kendang, tarompet, hingga nantinya bisa mengundang turis untuk menyaksikan the living of Sundanese culture melalui pencak silat.
“Tapi setelah jadi, saya menyaksikan gedungnya kok mirip saung. Ada juga gedung yang dipersiapkan seperti untuk turnamen. Terus namanya juga bukan ‘Kampung Penca’, tapi Pusat Penca Silat,” kata Bucky terheran-heran saat itu.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Tapi kakaknya lady rocker ternama Nicky Astria ini tak patah arang. Ia berniat ingin terus memajukan warisan budaya karuhun Sunda ini. Kini dirinya meminta dukungan pemerintah untuk menghidupkan kembali paguron-paguron atau sanggar penca di Jawa Barat.
“Jadi sanggar-sanggar penca harus didukung pemerintah agar jadi museum-museum hidup yang terus berproses setiap hari. Sekarang saya juga punten minta dukungan gubernur dan Kadispora agar setiap paguron penca dan para maestronya digaji oleh pemerintah. Itu kan tidak besar, gajinya sama dengan guru sekolah saja. Jadi para maestro bisa fokus menjalankan tugasnya mentransformasikan nilai-nilai budaya penca kepada generasi muda. Tidak memikirkan lagi kebutuhan dapur dan mencari nafkah ke mana-mana, tapi ditugaskan negara hanya mengajar penca,” kata Bucky serius.
Mewakili Gubernur Jawa Barat, Ketua Dispora Jabar Dr. Hery Antasari menyampaikan pesan Gubernur KDM agar kita semua menjaga pencak silat sebagai warisan budaya leluhur Sunda yang memperkaya budaya bangsa. Silat juga bukan hanya urusan teknik saja, tetapi juga tentang akhlak, disiplin, dan karakter.
Gubernur KDM juga mengingatkan orang Sunda itu terbanyak di Indonesia (sekitar 50 juta orang), tapi kenapa banyak yang berdiri di belakang layar, low profile, someah hade ka semah, mangga ti payun we. Kalah dengan saudara-saudaranya dari provinsi lain yang lebih sedikit jumlah penduduknya, tetapi bicaranya vokal, sehingga terlihat pintar dan banyak berkiprah dalam berbagai bidang pemerintahan. Oleh karena itu, orang Sunda harus mengubah mindset (pola pikir) dan karakternya agar diperhatikan oleh semua orang.
Dengan adanya PPSI ini, gubernur juga berharap generasi muda sekarang yang didominasi 60–70 persen Gen Z, milenial muda, dan Generasi Alpha yang anteng dengan media sosial, bisa berbelok lagi karakter dan mindset-nya, kembali menjadi baik lagi, tahu etika, dan sopan santun.
“Wilujeng, semoga dengan kepemimpinan baru ini bisa melahirkan silaturahmi yang lebih baik di antara perguruan dan insan pencak silat di Jawa Barat, sauyunan, sabobot sapihanean, sabata sarimbagan—kebersamaan, kepaduan, dan kekompakan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Ucapan selamat juga datang dari Ahmad Tantowi, Ketua PPSI di Kecamatan Mundu dan aktif di Kotamadya Cirebon. Pendekar Cirebon yang akrab disapa Pak Pitanto ini merasa sangat bahagia menyaksikan PPSI sudah tersebar ke seluruh Nusantara. PPSI Cirebon pun, kata Pitanto, sudah dibentuk dan berkembang, aktif membina regenerasi dari mulai anak kecil, remaja, hingga dewasa.
Menurut Pitanto, di Kota Madya Cirebon ada 800 pesilat dari 8–9 perguruan dan sedang dikembangkan juga di Kabupaten Cirebon.
Pa Pitanto pun berharap PPSI lebih berjaya, berhasil, dan jauh lebih maju dari sebelumnya. “Insyaallah ini jajaran pengurusnya para generasi muda dan pemimpinnya masih muda,” katanya sambil berlalu bersama keluarganya, kembali ke Kota Udang.
Usai dilantik, didampingi sekum beserta jajarannya, Dadang Hermansyah kepada wartawan mengatakan rasa optimisnya. Dengan kebersamaan, pencak silat Jawa Barat bisa dimajukan dan organisasi pelestari warisan luhung karuhun Sunda ini dapat dikembangkan dengan membawa kemaslahatan bagi para anggota dan seluruh masyarakat.
Tanda-tandanya sudah kelihatan, seperti dikatakan Pangdam Siliwangi. Kebetulan PPSI dideklarasikan secara resmi tahun 1957 (perencanaannya 1920–1922) oleh Pangdam Siliwangi ke-7 R.A. Kosasih. Kebetulan sekarang pun Dadang dilantik sebagai Ketua DPW PPSI Jabar ke-7 oleh Pangdam Siliwangi ke-47 yang juga bernama Kosasih. “Semoga angka tujuh ini menjadi tonggak sejarah, pertanda baik, PPSI kembali ditemukan oleh bapaknya,” harapnya.
Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030 dimeriahkan juga dengan pertunjukan pencak silat oleh anggota PPSI Jawa Barat, MC kondang Joe Project P, Ki Daus, serta dihadiri 27 DPD PPSI kabupaten/kota se-Jawa Barat. (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

%20beserta%20jajaran%20pengurus%20PPSI%20DPW%20Jabar%20Periode%202025%E2%80%932030%20siap%20memajukan%20pencak%20silat%20Jawa%20Barat%20(Foto%20Asep%20GP).jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)






No comments :
Post a Comment