Info Terkini
• Memuat berita terbaru...

Kemendikbud Luncurkan Aplikasi RECON

Tuesday, April 14, 2020 Tatarjabar.com



Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengembangkan sebuah program daring (dalam jaringan) untuk memfasilitasi pelibatan publik dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) yang diberi nama Relawan Covid-19 Nasional (RECON).

Platform berbasis web ini menjadi media monitoring dan evaluasi bagi program relawan kemanusiaan Ditjen Dikti, serta membantu kegiatan preventif dan promotif penanganan Covid-19 di Indonesia.

 “Selamat atas diluncurkannya aplikasi ini. Semoga semakin mempermudah masyarakat dalam mengatasi pandemi ini serta bagi relawan dan pembimbingnya untuk melakukan tugas-tugasnya dalam membantu Pemerintah menangani pandemi Covid-19,”  demikian kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim di Jakarta, Senin (13/4/2020).



Kata Mendikbud, Platform RECON menjadi sangat penting karena menghubungkan kerja berbagai relawan  kemanusiaan Ditjen Dikti secara nasional dari masing-masing wilayah tugas.

“Semangat gotong royong, kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan dan mengedepankan tujuan bersama melawan Covid-19 akan sangat menentukan seberapa cepat kita bisa melalui masa sulit ini,” imbuhnya serius.

Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menjelaskan RECON didesain sebagai media manajemen relawan Covid-19, terutama relawan mahasiswa kesehatan yang sudah bergabung. Selain itu, RECON juga berfungsi memfasilitasi relawan untuk dapat  memberikan layanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta pendampingan secara daring kepada masyarakat.



Paltform ini juga menurutnya  dapat memfasiltasi kegiatan tracing/tracking orang dalam pemantauan (ODP), konsultasi dan pendampingan tenaga medis, serta menjadi media untuk meningkatkan edukasi publik terhadap pencegahan dan penanganan Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut dilakukan oleh para relawan mahasiswa kesehatan dan para dokter sebagai case manager (CM).

“Implementasi platfom ini akan lebih banyak berada di Fakultas Kedokteran yang terhubung di dalam Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia, dan adik-adik mahasiswa yang terkoordinasi melalui Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia,” jelas Nizam, pada saat telekonferensi peluncuran platform daring RECON.

RECON dapat diakses melalui tautan https://relawan.kemendikbud.go.id. Kata Nizam platform ini akan terus dikembangkan lebih lanjut oleh tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Dikti. “Sampai saat ini juga sedang dalam proses diintegrasikan dengan aplikasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga manfaatnya nanti akan lebih dirasakan masyarakat secara luas,” ujarnya.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Aris Junaidi, mengungkapkan saat ini telah tergabung lebih dari 15 ribu relawan untuk mendukung pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Dengan rincian terdiri dari tenaga medis/kesehatan (2.136), mahasiswa co-asisten atau yang sedang menempuh pendididkan profesi dokter Indonesia (1.062), mahasiswa S-1 Kedokteran (2.493), mahasiswa bidang farmasi (461),  mahasiswa kebidanan (315), mahasiswa keperawatan (1.272), mahasiswa kesehatan masyarakat (744), dan mahasiswa bidang kesehatan lain (3.031), serta mahasiswa non kesehatan (2.739), dan kelompok masyarakat umum (1.442).

Tugas para relawan ini sebagian besar untuk melakukan Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE) serta pendampingan secara daring melalui platform RECON. Konsultasi langsung dilayani melalui aplikasi WhatssApp (WA) atau aplikasi komunikasi lain. “Yang kedua,  apabila mendesak sekali dan dapat membantu melakukan contact tracing tanpa bertemu pasien, ini dilakukan di bawah supervise case manager di tiap wilayah AIPKI wilayah I sampai dengan VI,” jelas Aris.

Penugasan relawan mahasiswa dilakukan bertahap sesuai kebutuhan. Tahap pertama sebanyak 1.000 mahasiswa Program Profesi Dokter Indonesia (co-asistensi). Kemudian, pada tahap kedua sebanyak 2.000 mahasiswa kedokteran, keperawatan, mahasiswa kesehatan masyarakat, dan lain-lain.

“Penugasan kepada relawan mahasiswa keperawatan dan mahasiswa kesehatan lainnya akan dikoordinasikan dengan asosiasi institusi Pendidikan Kedokteran,” pungkas Aris. (Asep GP)***

Rekomendasi Produk