Info Terkini
• Memuat berita terbaru...

Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di ISBI Bandung

Tuesday, October 27, 2026 Tatarjabar.com

Pencak Silat, Talenta Performance dari mahasiswa ISBI Bandung dalam Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di GK Sunan Ambu, Kampus ISBI, Jl. Buah Batu 212, Kota Bandung (26/10/2026). (Foto: Asep GP)


Bappenas Bersama Perguruan Tinggi Berkomitmen Melahirkan Talenta Indonesia yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berprestasi Internasional
Tatarjabar.com – Bandung – Kementerian PPN/Bappenas bersama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menyelenggarakan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung, Jl. Buah Batu No. 212, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN), khususnya melalui perguruan tinggi.

Penyelenggaraan Manajemen Talenta Nasional (MTN) merupakan upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif melalui penataan ekosistem pendukung ketalentaan di tingkat nasional. Upaya tersebut dilakukan dengan mengorkestrasi beragam intervensi pembibitan, pengembangan, dan penguatan talenta lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Bandung bukan sekadar event, melainkan juga ruang untuk mendiseminasikan arah kebijakan, showcase dan mengapresiasi talenta, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem talenta Indonesia.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan bahwa MTN pada periode 2025–2029 memasuki tahap penguatan pelaksanaan yang membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak untuk mendorong prestasi talenta di tingkat dunia. “Fokus kita adalah memperkuat kelembagaan, menyempurnakan mekanisme implementasi, dan memperluas kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Dengan tahapan tersebut, kita dapat melihat bahwa prestasi talenta Indonesia di tingkat global tidak dapat dibangun secara instan. Prestasi merupakan hasil dari proses-proses panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan, kelembagaan yang kuat, data yang baik, pembinaan yang berkesinambungan, serta kolaborasi berbagai pihak,” ujar Deputi Pungkas.

Talk show “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. (Foto: Asep GP)


Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung Indra Ridwan, dalam sambutan pembuka, juga menegaskan pentingnya orkestrasi kebijakan yang kuat dan terintegrasi serta kolaborasi berbagai pihak, terutama perguruan tinggi. “Peran pendidikan tinggi sangat menentukan dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Indra.

Warek Indra juga di depan para awak media mengatakan, kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi perguruan tinggi. Banyak talenta-talenta muda di ISBI yang harus dikelola dengan baik, sementara perguruan tinggi seni tidak dapat berdiri sendiri. Maka, Indra sangat menyambut baik kolaborasi ini. “Jadi, itulah harus bergabung, untuk dimaksimalkan oleh manajamen talenta ini. Hingga talenta-talenta muda kita bisa berkelanjutan dan bisa maksimal sehingga mereka bisa berkontribusi terhadap bangsa dan Negara,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Supriatna. Sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama ISBI Bandung, dirinya sangat menyambut baik dan gembira. “Karena program ini bagi kami merupakan sesuatu yang sangat memberi kesempatan, artinya memberikan dampak kepada dosen yang ternyata ada jalur untuk ekosistem baru bagi seni,” tuturnya.

Talenta Bicara Bidang Seni Budaya. Mariam Sofrina, perupa di Venice Biennale 2026 (Foto: Asep GP)***

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri mengatakan bahwa Kementerian PPN/Bappenas bersama ISBI Bandung ingin menghadirkan contoh nyata bagaimana ekosistem talenta dapat berjalan beriringan dengan perguruan tinggi. “Kami berharap kegiatan MTN Goes to Campus ini menjadi awal kolaborasi kita yang bisa terus berlanjut nanti antara pemerintah, akademisi, dan juga pemangku kepentingan lainnya untuk kita bisa bergerak bersama membangun jalur pembinaan talenta yang semakin baik, terukur, dan juga memberikan kejelasan bagi talenta Indonesia,” kata Direktur Endang.

Endang juga mengatakan kepada wartawan, rangkaian MTN Goes to Campus ini menjadi bagian penting untuk pemerintah dalam memperkuat kualitas SDM Indonesia. Pihaknya juga sudah punya landasan hukumnya dari Keppres 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar MTN dan Peraturan Menteri PPN/Bappenas, Permen Bappenas No. 1 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Desain Besar MTN.

“Itu di situ sudah kita petakan masing-masing kementerian/lembaga di tiga bidang, yaitu riset, inovasi, olahraga, dan seni budaya, untuk melakukan kegiatan fungsi dan strategi kunci di masing-masing sesuai fungsi dan kewenangannya, dan tentu monitoring evaluasi menjadi bagian yang penting,” katanya.

Kolaborasi lintas sektor ini, kata Endang, terus perlu diperkuat untuk MTN di masing-masing bidang, dari prabibit, pembibitan, kemudian talenta potensial, sampai dengan talenta unggul.

Para Talenta Muda dari ISBI Bandung (Foto: Asep GP)***

“Karena cita-cita kita ujungnya bagaimana semua telenta ini nantinya kompetensinya mendapat pengakuan tidak saja di tingkat nasional, tetapi di tingkat internasional. Sehingga pembinaan talenta dari mulai prabibit, bibit potensial, sampai yang unggul itu tentu perlu kita kelola, kita bangun, salah satunya melalui instrument data base Manajemen Talenta Nasional, yang sebentar lagi kami di Bapenas kolaborasi dengan KSP, akan segera meluncurkan dalam rangkaian Talent Fest di akhir 2026 nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Lindsey Afsari Puteri, S.T., M.I.Kom., berterima kasih karena dilibatkan Bappenas dalam program Talent Fest Goes to Campus ini.

Lindsey juga menjelaskan posisi KSP adalah bagian dari pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi sebagai delivery unit dari presiden. Di mana salah satu visi-misinya di Asta Cita ke-4 adalah Pembangunan SDM Unggul. Di sana, SDM termasuk adalah para pemuda, para talenta di bidang seni-budaya, inovasi maupun olahraga.

“Nah, kami menyiapkan apa-apa yang sudah dilakukan perencanaan oleh Bappenas, agar kemudian bisa terimplementasi dengan baik kepada teman-teman talenta dari berbagai bidang pasti. Maka, pemerintah harus melakukan koordinasi agar setiap pihak bisa mendukung talenta-talenta ini bisa mencapai tujuan akhirnya. Pemerintah tugasnya apa, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah. Lalu, kami mengkoordinasi juga dukungan-dukungan dari perguruan tinggi, mitra pembangunan yang akan mendukung, sponsor, dsb. Karena pemerintrah tidak melulu punya anggaran cukup. Tapi harus ada dukungan dari mitra pembangunan swasta,” tuturnya.

Selain itu, kata Lindsey, KSP akan melihat/mengawal pelaksanaannya, apa yang kemudian menjadi hambatan. Memang tugas KSP adalah pengendalian, penyelarasan kebijakan, percepatan. Jika memang ada yang melambat, KSP akan merekomendasikan temuan-temuan dan akan merekomendasikan baik kepada kementerian atau lembaga terkait, juga kepada presiden agar didukung jauh lebih baik. Baik itu penganggarannya atau program yang kemudian dibesarkan, yang tadinya mungkin dianggap program rutinitas saja, tapi nanti skalanya menjadi prioritas dan terurukur.

Dari kiri: Didik Darmanto (Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda dan OR Bappenas), Warek ISBI Supriatna, Warek ISBI Indra Ridwan, Lindsey Afsari Puteri (Tenaga Ahli Utama KSP), Endang Sulastri (Dir. Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi). (Foto: Asep GP)***

“Maka itu fungsinya, maka kami senang sekali berada di sini dengan lintas pihak, lintas sektor, kami akan mendampingi,” pungkas Lindsey.

Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Bandung ini dimeriahkan oleh pertunjukan seni mahasiswa ISBI Bandung, yaitu paduan suara Gita Suara Choir, pencak silat, dan rampak kendang. Sesi Talenta Bicara menghadirkan Mariam Sofrina sebagai perupa di Venice Biennale 2026, Rino Rakhmata Mukti sebagai penerima Habibie Prize 2025 kategori Ilmu Pengetahuan Dasar, serta Herlin Aprilin Lali sebagai peraih medali perunggu cabang canoe sprint putri 200 meter pada Asian Games Aichi–Nagoya, Jepang, 2026. Ketiganya membagikan pengalaman perjalanan karier hingga mencapai prestasi di tingkat global.

Pada sesi talk show bertema “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, para pemangku kepentingan dipertemukan untuk mendukung pengembangan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045. Diskusi ini dihadiri oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Edy Giri Rachman Putra; Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Syukur Asih Suprapjo; Plt. Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Setiyana Djafar; Pelatih Tim Nasional Dayung Indonesia untuk Asian Games Aichi–Nagoya, Jepang, 2026, Dian Kurniawan; serta pegiat seni, kurator, dan produser Keni K. Soeriaatmadja.

Para narasumber membahas pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan seluruh mitra pembangunan untuk mendukung dan meningkatkan daya saing talenta Indonesia di tingkat dunia. (Asep GP)***

Rekomendasi Produk