Info Terkini
• Memuat berita terbaru...

Mengapa Menara Pisa Miring tapi Tidak Roboh? Ini Rahasia Arsitektur dan Sejarah Penyelamatannya

Monday, August 24, 2026 Tatarjabar.com

Tatarjabar.com -
Menara Pisa di Italia telah lama dikenal dunia sebagai salah satu keajaiban arsitektur yang unik karena posisi berdirinya yang condong ke samping. Meskipun struktur menara lonceng ini tampak seolah-olah akan segera ambruk, ia tetap kokoh berdiri melewati berbagai zaman berkat kombinasi peristiwa sejarah yang tidak terduga dan teknologi rekayasa modern yang mutakhir.
 
Fakta Tanah Lunak di Sepanjang Sungai Arno
Menara legendaris yang dibangun dengan marmer putih ini terletak di kota Pisa, wilayah Tuscany, tepatnya berdiri di atas dataran aluvial Sungai Arno. Pembangunan menara ini pertama kali dimulai pada tahun 1173 dengan target tinggi mencapai sekitar 56 meter. Namun, karena tanah di lokasi tersebut sangat lunak—terdiri dari lapisan tanah liat, pasir halus, dan cangkang kerang—fondasi bangunan mulai amblas secara tidak merata.

Masalah kelayakan tanah pun langsung muncul setelah pembangunan mencapai lantai tiga dari delapan lantai yang direncanakan, di mana struktur menara mulai miring ke arah selatan. Menurut catatan sejarah, menara ini bahkan sempat mengalami penurunan (amblas) sedalam tiga hingga empat meter ke dalam lapisan tanah yang gembur tersebut.
 
Perang dan Jeda Konstruksi yang Menyelamatkan Menara
Menariknya, jalannya sejarah politik Eropa saat itu justru menjadi penyelamat awal menara ini dari keruntuhan dini. Terjadinya perang antara Pisa dan Genoa memaksa proses konstruksi dihentikan selama hampir satu abad. Jeda waktu yang sangat lama ini ternyata memberikan kesempatan krusial bagi tanah lunak di bawah fondasi untuk memadat secara alami di bawah tekanan beban yang sudah ada.

Ketika pembangunan dilanjutkan kembali, insinyur Giovanni di Simone sempat mencoba menyiasati kemiringan dengan membangun lantai-lantai baru yang lebih tinggi di sisi yang pendek. Namun, upaya koreksi manual ini justru menambah beban berat sebelah dan memperparah sudut kemiringan bangunan sebelum akhirnya resmi diselesaikan sekitar tahun 1370.
 
Proyek Penyelamatan Abad Modern dan Stabilitas Masa Depan
Seiring berjalannya waktu, kemiringan Menara Pisa terus bertambah dengan kecepatan sekitar 0,05 inci setiap tahunnya hingga mencapai puncaknya yang sangat ekstrem, yaitu 5,5 derajat pada tahun 1990. Peringatan keras muncul ketika sebuah menara kota di Pavia runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1989. Khawatir akan keselamatan publik, pihak berwenang akhirnya menutup Menara Pisa untuk umum pada tahun 1990 guna memulai proyek restorasi dan penyelamatan besar-besaran.

Untuk menstabilkan struktur tanpa merusak keaslian bangunannya yang legendaris, tim ahli yang dipimpin oleh para mekanika tanah menggunakan teknik ekstraksi tanah yang sangat presisi. Melalui metode ini, para insinyur secara hati-hati mengambil sekitar 37 meter kubik tanah dari sisi utara fondasi serta menambahkan beban penyeimbang agar menara secara perlahan tertarik kembali ke posisi yang lebih aman.

Upaya penyelamatan intensif yang berlangsung selama 11 tahun tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada tahun 2001. Kemiringan Menara Pisa berhasil dikurangi lebih dari 40 sentimeter hingga berada di bawah 4 derajat ketika dibuka kembali untuk umum. Lebih lanjut, sensor pemantau yang dipasang pada tahun 2008 mengonfirmasi bahwa pergerakan menara telah sepenuhnya berhenti.

Kini, para ahli meyakini bahwa salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO ini akan tetap berdiri stabil dan aman setidaknya selama 200 tahun ke depan, asalkan tidak terjadi bencana gempa bumi dahsyat di wilayah Tuscany.

🔥 Racun Shopee Pilihan TatarJabar