Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap keberagaman dan persahabatan internasional melalui penyelenggaraan West Java International Fun Folk Festival yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Minggu (19/7/2026). Festival budaya yang mempertemukan delegasi dari Indonesia, Rusia, Malaysia, Filipina, dan India ini menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang memukau sekaligus menjadi ruang diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara. Lions Club Bandung Sangkuriang dan Lions Club Bandung Raya bekerja sama menyelenggarakan kegiatan ini berkolaborasi dengan Color of Indonesia dan Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kota Bandung.
 |
| Acara diresmikan oleh Walikota Bandung |
 |
| Defile lima negara |
 |
| MC memperkenalkan salah satu delegasi dari negara India tepatnya dari Gujarat dan akan menarikan tarian dari Gujarat. |
 |
| MC Siska dari Lions Club Bandung Sangkuriang memperkenalkan delegasi dari Philipina yang akan menampilkan tarian untuk perkawinan. |
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana, Irma Suganda dari Lions Club Bandung Sangkuriang. Dalam sambutannya, Irma menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah gerakan untuk membangun persahabatan dunia melalui kebudayaan. "Kami merasa terhormat dapat mempertemukan sahabat-sahabat dari lima negara di Kota Bandung. Semoga festival ini menjadi jembatan yang memperkuat diplomasi budaya, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Barat kepada masyarakat internasional," ujar Irma. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Novi Khotimah dari Color of Indonesia, Ketua Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Jawa Barat Hj. Lina Marlina Ruzhan, S.E., serta Ketua Wilayah Lions Clubs, Lion Chen Sun Fen. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E. Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para delegasi mancanegara yang telah memilih Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan festival budaya internasional tersebut. "Kami merasa sangat terhormat menyambut para tamu dari Rusia, Malaysia, Filipina, dan India. Bandung memiliki sejarah panjang sebagai kota yang membangun dialog dunia melalui semangat Konferensi Asia Afrika. Hari ini semangat itu kembali hidup melalui diplomasi budaya yang menghadirkan persahabatan tanpa batas," kata Farhan.
 |
| MC memperkenalkan delegasi dari Rusia tepatnya dari Moscow. |
 |
| MC Siska memperkenalkan delegasi dari Malaysia tepatnya dari Sabah. |
 |
| Delegasi dari Indonesia salah satunya tari Merak yang akan tampil dalam West Java International Fun Folk Festival |
Kemeriahan festival diawali dengan penampilan Rampak Kendang dan tari gamelan yang dibawakan sekitar 30 siswa SDN M. Toha. Penampilan generasi muda tersebut menjadi simbol bahwa pelestarian budaya harus dimulai sejak usia dini, terlebih menjelang peringatan Hari Anak Nasional. Suasana semakin semarak ketika lima penari yang disuguhkan oleh Sanggar Pusbitari menampilkan Tari Merak, salah satu ikon budaya Jawa Barat yang telah diakui oleh Kemendikbudristek sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada Desember 2020. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para tamu internasional. Delegasi Rusia, Malaysia, Filipina, dan India kemudian bergantian mempersembahkan tarian tradisional khas negaranya masing-masing. Beragam kostum, musik, dan gerak tari menciptakan harmoni budaya yang menunjukkan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan menghargai. Selain itu, juga dimeriahkan oleh berbagai tarian dari Sanggar Tari Tri dan Sanggar Rengganis.
 |
| Foto bersama dengan perwakilan delegasi dari lima negara |
 |
| Apresiasi penonton yang luar biasa |
Festival ditutup dengan Social Dance Tari Kalem Aya Urang/Balakutak Line Dance yang dipandu instruktur d’ULD (The Universal Line Dance) Jawa Barat. Seluruh tamu undangan, delegasi luar negeri, panitia, hingga masyarakat ikut menari bersama dalam suasana penuh kegembiraan.Penyelenggaraan West Java International Fun Folk Festival dinilai berlangsung sukses, tertib, dan profesional. Para peserta mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Bandung serta kualitas penyelenggaraan acara. Festival ini menjadi bukti bahwa Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, mampu menjadi rumah bagi perjumpaan budaya dunia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya lokal sambil membangun persahabatan global. (Asep GP)***
Tatarjabar.com
July 19, 2026
CB Blogger
Indonesia
Bandung Jadi Panggung Persahabatan Dunia, “West Java International Fun Folk Festival” Satukan Budaya Lima Negara
Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap keberagaman dan persahabatan internasional melalui penyelenggaraan West Java International Fun Folk Festival yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Minggu (19/7/2026). Festival budaya yang mempertemukan delegasi dari Indonesia, Rusia, Malaysia, Filipina, dan India ini menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang memukau sekaligus menjadi ruang diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara. Lions Club Bandung Sangkuriang dan Lions Club Bandung Raya bekerja sama menyelenggarakan kegiatan ini berkolaborasi dengan Color of Indonesia dan Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kota Bandung.
 |
| Acara diresmikan oleh Walikota Bandung |
 |
| Defile lima negara |
 |
| MC memperkenalkan salah satu delegasi dari negara India tepatnya dari Gujarat dan akan menarikan tarian dari Gujarat. |
 |
| MC Siska dari Lions Club Bandung Sangkuriang memperkenalkan delegasi dari Philipina yang akan menampilkan tarian untuk perkawinan. |
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana, Irma Suganda dari Lions Club Bandung Sangkuriang. Dalam sambutannya, Irma menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah gerakan untuk membangun persahabatan dunia melalui kebudayaan. "Kami merasa terhormat dapat mempertemukan sahabat-sahabat dari lima negara di Kota Bandung. Semoga festival ini menjadi jembatan yang memperkuat diplomasi budaya, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Barat kepada masyarakat internasional," ujar Irma. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Novi Khotimah dari Color of Indonesia, Ketua Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Jawa Barat Hj. Lina Marlina Ruzhan, S.E., serta Ketua Wilayah Lions Clubs, Lion Chen Sun Fen. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E. Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para delegasi mancanegara yang telah memilih Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan festival budaya internasional tersebut. "Kami merasa sangat terhormat menyambut para tamu dari Rusia, Malaysia, Filipina, dan India. Bandung memiliki sejarah panjang sebagai kota yang membangun dialog dunia melalui semangat Konferensi Asia Afrika. Hari ini semangat itu kembali hidup melalui diplomasi budaya yang menghadirkan persahabatan tanpa batas," kata Farhan.
 |
| MC memperkenalkan delegasi dari Rusia tepatnya dari Moscow. |
 |
| MC Siska memperkenalkan delegasi dari Malaysia tepatnya dari Sabah. |
 |
| Delegasi dari Indonesia salah satunya tari Merak yang akan tampil dalam West Java International Fun Folk Festival |
Kemeriahan festival diawali dengan penampilan Rampak Kendang dan tari gamelan yang dibawakan sekitar 30 siswa SDN M. Toha. Penampilan generasi muda tersebut menjadi simbol bahwa pelestarian budaya harus dimulai sejak usia dini, terlebih menjelang peringatan Hari Anak Nasional. Suasana semakin semarak ketika lima penari yang disuguhkan oleh Sanggar Pusbitari menampilkan Tari Merak, salah satu ikon budaya Jawa Barat yang telah diakui oleh Kemendikbudristek sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada Desember 2020. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para tamu internasional. Delegasi Rusia, Malaysia, Filipina, dan India kemudian bergantian mempersembahkan tarian tradisional khas negaranya masing-masing. Beragam kostum, musik, dan gerak tari menciptakan harmoni budaya yang menunjukkan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan menghargai. Selain itu, juga dimeriahkan oleh berbagai tarian dari Sanggar Tari Tri dan Sanggar Rengganis.
 |
| Foto bersama dengan perwakilan delegasi dari lima negara |
 |
| Apresiasi penonton yang luar biasa |
Festival ditutup dengan Social Dance Tari Kalem Aya Urang/Balakutak Line Dance yang dipandu instruktur d’ULD (The Universal Line Dance) Jawa Barat. Seluruh tamu undangan, delegasi luar negeri, panitia, hingga masyarakat ikut menari bersama dalam suasana penuh kegembiraan.
Penyelenggaraan West Java International Fun Folk Festival dinilai berlangsung sukses, tertib, dan profesional. Para peserta mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Bandung serta kualitas penyelenggaraan acara. Festival ini menjadi bukti bahwa Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, mampu menjadi rumah bagi perjumpaan budaya dunia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya lokal sambil membangun persahabatan global. (Asep GP)***