Saturday, June 13, 2026
Acara Pelepasan (Kelulusan & Perayaan/Samen) kelas 6 SDN 154 Citepus Bandung ini digelar pada Rabu, (10/6/2026) di pelataran sekolah, Jl. Citepus III/Astana Eyang RT 07/RW 10 Kel. Pajajaran, Kec. Cicendo, Kota Bandung, dengan tajuk “Melesat Maju Menuju Masa Depan.”
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SDN 154 Citepus, Evi Lativah, S.Pd., M.M., dan Rida Indriawaty, S.Pd., M.Si. (Pengawas Bina), serta jajaran guru, karyawan, dan para orang tua murid.
Acara diisi dengan penampilan tari, sungkeman peserta didik kelas 6, pemberian mawar kepada orang tua dari peserta didik, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, pemberian buket bunga kepada guru, serta menyanyikan lagu “Pileuleuyan” dan “Saat Kau Telah Mengerti.”
Kepala Sekolah SDN 154 Citepus, Evi Lativah (50), usai acara menitipkan pesan kepada wartawan untuk para siswa kelas 6 yang baru saja lulus dan akan meneruskan sekolah ke tingkat SMP, agar senantiasa menjaga karakter/tabiat, berperilaku baik di mana pun berada. “Karakter itu paling utama,” katanya.
“Sebab tanpa karakter anak sekarang akan kehilangan arah. Prestasi itu bisa dikejar, tapi kalau pembentukan karakter yang baik susah diraih,” kata Bu Kepala.
Apalagi di zaman yang tidak baik-baik saja seperti sekarang, di tengah derasnya arus informasi global dan serba digital, demam medsos yang tidak bisa dicegah, karakter anak kian tersingkirkan. Di satu sisi, anak memang butuh media sosial (internet) untuk menambah pengetahuannya, tapi di sisi lain banyak unsur negatifnya, banyak tontonan yang akan merusak moral generasi muda, mengubah tabiat jadi tidak baik. Jadi ini jelas membutuhkan bimbingan dan pendampingan serius orang tua.
“Jadi jangan senang dulu kalau melihat anak aranteng (asyik) bermain hape (gadget), sebab kita tidak tahu apa yang mereka lihat, tonton, dan kerjakan. Apakah akan mencerdaskan atau menjerumuskan ke hal yang negatif,” kata Evi, serius.
Lingkungan dan keluarga juga sangat memengaruhi karakter anak. Kalau anak bergaul dengan orang yang tidak baik, atau lingkungan sekitarnya kurang baik, tentu anak juga bakal bergajulan. Demikian juga kalau lingkungan keluarganya kurang harmonis, akan memengaruhi tabiat dan karakternya.
“Jadi yang lebih utama, harus dididik secara baik di rumah oleh orang tuanya. Jangan sampai anak ditekan, dididik keras, tapi orang tuanya sendiri tidak menjadi contoh baik bagi anaknya,” tegas Bu Evi.
Lingkungan dan keluarga juga sangat memengaruhi karakter anak. Kalau anak bergaul dengan orang yang tidak baik, atau lingkungan sekitarnya kurang baik, tentu anak juga bakal bergajulan. Demikian juga kalau lingkungan keluarganya kurang harmonis, akan memengaruhi tabiat dan karakternya.
“Jadi yang lebih utama, harus dididik secara baik di rumah oleh orang tuanya. Jangan sampai anak ditekan, dididik keras, tapi orang tuanya sendiri tidak menjadi contoh baik bagi anaknya,” tegas Bu Evi.
Ibu Kepala berharap para orang tua lebih serius lagi mendidik putra-putrinya. Zaman sekarang, baik anak laki-laki maupun perempuan sama-sama susah dibentuk karakternya, harus benar-benar sabar dan paham. Contohnya ketika upacara bendera di hari Senin, anak-anak asyik ngobrol ketika pembina upacara memberi wejangan, begitu juga ketika berdoa. Jadi anak perlu dididik kedisiplinan dari hal-hal kecil dulu agar jadi kebiasaan yang baik.
“Ya semoga saja putra-putri ibu semua jadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan sukses dunia-akhirat,” demikian harapan dan doa Ibu Kepala.
Akan Menambah Sarana–Prasarana Sekolah, Ekskul & Kompetensi Guru
Tatarjabar.com
June 13, 2026
CB Blogger
Indonesia“Ya semoga saja putra-putri ibu semua jadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan sukses dunia-akhirat,” demikian harapan dan doa Ibu Kepala.
Akan Menambah Sarana–Prasarana Sekolah, Ekskul & Kompetensi Guru
Evi Lativah yang ditugaskan tanggal 1 April 2026 memimpin SDN 154 Citepus, akan berusaha menata sekolah yang dipimpinnya ke arah lebih baik lagi.
Program ke depannya lebih ke pembentukan karakter dan menambah serta mengaktifkan kembali program ekstrakurikuler (ekskul) supaya siswa menjurus ke jalur prestasi, menjadi peserta lomba/kejuaraan yang akan membawa nama harum sekolah. Selain itu meningkatkan kompetensi guru-gurunya, menambah ilmu pengetahuan yang relevan dengan zaman, serta meningkatkan disiplin guru dan siswa.
Selain itu, Evi yang puluhan tahun jadi guru di SD Cipto, akan menambah dan mengembangkan sarana-prasarana sekolah. Ia prihatin melihat keadaan sekolah yang puluhan tahun pernah dikunjunginya tatkala mengawas Ebtanas, hingga sekarang tidak berubah sarana dan prasarananya. Hal itu ia buktikan sebagai gerakan awal dengan memperbaiki lantai halaman sekolah (dipelur). Itu juga hasil sumbangan (rereongan door to door ketika rapat) dari orang tua siswa kelas 6.
Selain itu, Evi yang puluhan tahun jadi guru di SD Cipto, akan menambah dan mengembangkan sarana-prasarana sekolah. Ia prihatin melihat keadaan sekolah yang puluhan tahun pernah dikunjunginya tatkala mengawas Ebtanas, hingga sekarang tidak berubah sarana dan prasarananya. Hal itu ia buktikan sebagai gerakan awal dengan memperbaiki lantai halaman sekolah (dipelur). Itu juga hasil sumbangan (rereongan door to door ketika rapat) dari orang tua siswa kelas 6.
Oleh karena itu, lulusan PGSD UPI tahun 1999 ini meminta kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung, “Saya ingin mengajukan ruangan kelas yang baru dan merehab kelas yang sudah ada, sebab atapnya bocor dan kayu kusennya sudah keropos. Khawatir roboh menimpa siswa yang sedang belajar, seperti kejadian di sekolah lainnya. Kalau sarana-prasarana sekolah bagus dan lengkap, tentu para siswa, penerus bangsa, dan gurunya juga akan nyaman belajarnya. Kalau saya lihat sekarang, keadaannya memprihatinkan,” demikian kata Kepala Sekolah yang sebelumnya mengajar puluhan tahun di SDN 016 Dr. Cipto Pajajaran Bandung (Maret 2000–1 Maret 2023) dan tiga tahun memimpin SDN 123 Babakan Priangan Bandung (1 Maret 2023–2026). (Asep GP)***
Graduation Day & Celebration Kelas 6 SDN 154 Citepus 2025/2026
Posted by
Tatarjabar.com on Saturday, June 13, 2026
Acara Pelepasan (Kelulusan & Perayaan/Samen) kelas 6 SDN 154 Citepus Bandung ini digelar pada Rabu, (10/6/2026) di pelataran sekolah, Jl. Citepus III/Astana Eyang RT 07/RW 10 Kel. Pajajaran, Kec. Cicendo, Kota Bandung, dengan tajuk “Melesat Maju Menuju Masa Depan.”
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SDN 154 Citepus, Evi Lativah, S.Pd., M.M., dan Rida Indriawaty, S.Pd., M.Si. (Pengawas Bina), serta jajaran guru, karyawan, dan para orang tua murid.
Acara diisi dengan penampilan tari, sungkeman peserta didik kelas 6, pemberian mawar kepada orang tua dari peserta didik, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, pemberian buket bunga kepada guru, serta menyanyikan lagu “Pileuleuyan” dan “Saat Kau Telah Mengerti.”
Kepala Sekolah SDN 154 Citepus, Evi Lativah (50), usai acara menitipkan pesan kepada wartawan untuk para siswa kelas 6 yang baru saja lulus dan akan meneruskan sekolah ke tingkat SMP, agar senantiasa menjaga karakter/tabiat, berperilaku baik di mana pun berada. “Karakter itu paling utama,” katanya.
“Sebab tanpa karakter anak sekarang akan kehilangan arah. Prestasi itu bisa dikejar, tapi kalau pembentukan karakter yang baik susah diraih,” kata Bu Kepala.
Apalagi di zaman yang tidak baik-baik saja seperti sekarang, di tengah derasnya arus informasi global dan serba digital, demam medsos yang tidak bisa dicegah, karakter anak kian tersingkirkan. Di satu sisi, anak memang butuh media sosial (internet) untuk menambah pengetahuannya, tapi di sisi lain banyak unsur negatifnya, banyak tontonan yang akan merusak moral generasi muda, mengubah tabiat jadi tidak baik. Jadi ini jelas membutuhkan bimbingan dan pendampingan serius orang tua.
“Jadi jangan senang dulu kalau melihat anak aranteng (asyik) bermain hape (gadget), sebab kita tidak tahu apa yang mereka lihat, tonton, dan kerjakan. Apakah akan mencerdaskan atau menjerumuskan ke hal yang negatif,” kata Evi, serius.
Lingkungan dan keluarga juga sangat memengaruhi karakter anak. Kalau anak bergaul dengan orang yang tidak baik, atau lingkungan sekitarnya kurang baik, tentu anak juga bakal bergajulan. Demikian juga kalau lingkungan keluarganya kurang harmonis, akan memengaruhi tabiat dan karakternya.
“Jadi yang lebih utama, harus dididik secara baik di rumah oleh orang tuanya. Jangan sampai anak ditekan, dididik keras, tapi orang tuanya sendiri tidak menjadi contoh baik bagi anaknya,” tegas Bu Evi.
Lingkungan dan keluarga juga sangat memengaruhi karakter anak. Kalau anak bergaul dengan orang yang tidak baik, atau lingkungan sekitarnya kurang baik, tentu anak juga bakal bergajulan. Demikian juga kalau lingkungan keluarganya kurang harmonis, akan memengaruhi tabiat dan karakternya.
“Jadi yang lebih utama, harus dididik secara baik di rumah oleh orang tuanya. Jangan sampai anak ditekan, dididik keras, tapi orang tuanya sendiri tidak menjadi contoh baik bagi anaknya,” tegas Bu Evi.
Ibu Kepala berharap para orang tua lebih serius lagi mendidik putra-putrinya. Zaman sekarang, baik anak laki-laki maupun perempuan sama-sama susah dibentuk karakternya, harus benar-benar sabar dan paham. Contohnya ketika upacara bendera di hari Senin, anak-anak asyik ngobrol ketika pembina upacara memberi wejangan, begitu juga ketika berdoa. Jadi anak perlu dididik kedisiplinan dari hal-hal kecil dulu agar jadi kebiasaan yang baik.
“Ya semoga saja putra-putri ibu semua jadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan sukses dunia-akhirat,” demikian harapan dan doa Ibu Kepala.
Akan Menambah Sarana–Prasarana Sekolah, Ekskul & Kompetensi Guru
“Ya semoga saja putra-putri ibu semua jadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan sukses dunia-akhirat,” demikian harapan dan doa Ibu Kepala.
Akan Menambah Sarana–Prasarana Sekolah, Ekskul & Kompetensi Guru
Evi Lativah yang ditugaskan tanggal 1 April 2026 memimpin SDN 154 Citepus, akan berusaha menata sekolah yang dipimpinnya ke arah lebih baik lagi.
Program ke depannya lebih ke pembentukan karakter dan menambah serta mengaktifkan kembali program ekstrakurikuler (ekskul) supaya siswa menjurus ke jalur prestasi, menjadi peserta lomba/kejuaraan yang akan membawa nama harum sekolah. Selain itu meningkatkan kompetensi guru-gurunya, menambah ilmu pengetahuan yang relevan dengan zaman, serta meningkatkan disiplin guru dan siswa.
Selain itu, Evi yang puluhan tahun jadi guru di SD Cipto, akan menambah dan mengembangkan sarana-prasarana sekolah. Ia prihatin melihat keadaan sekolah yang puluhan tahun pernah dikunjunginya tatkala mengawas Ebtanas, hingga sekarang tidak berubah sarana dan prasarananya. Hal itu ia buktikan sebagai gerakan awal dengan memperbaiki lantai halaman sekolah (dipelur). Itu juga hasil sumbangan (rereongan door to door ketika rapat) dari orang tua siswa kelas 6.
Selain itu, Evi yang puluhan tahun jadi guru di SD Cipto, akan menambah dan mengembangkan sarana-prasarana sekolah. Ia prihatin melihat keadaan sekolah yang puluhan tahun pernah dikunjunginya tatkala mengawas Ebtanas, hingga sekarang tidak berubah sarana dan prasarananya. Hal itu ia buktikan sebagai gerakan awal dengan memperbaiki lantai halaman sekolah (dipelur). Itu juga hasil sumbangan (rereongan door to door ketika rapat) dari orang tua siswa kelas 6.
Oleh karena itu, lulusan PGSD UPI tahun 1999 ini meminta kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung, “Saya ingin mengajukan ruangan kelas yang baru dan merehab kelas yang sudah ada, sebab atapnya bocor dan kayu kusennya sudah keropos. Khawatir roboh menimpa siswa yang sedang belajar, seperti kejadian di sekolah lainnya. Kalau sarana-prasarana sekolah bagus dan lengkap, tentu para siswa, penerus bangsa, dan gurunya juga akan nyaman belajarnya. Kalau saya lihat sekarang, keadaannya memprihatinkan,” demikian kata Kepala Sekolah yang sebelumnya mengajar puluhan tahun di SDN 016 Dr. Cipto Pajajaran Bandung (Maret 2000–1 Maret 2023) dan tiga tahun memimpin SDN 123 Babakan Priangan Bandung (1 Maret 2023–2026). (Asep GP)***
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)












No comments :
Post a Comment